Sel, 23/06/26 · 15.32.50
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

SPBU Sungai Laur Dievaluasi, Pertamina Gunakan Diskresi Salurkan BBM Subsidi

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Selasa, 23 Juni 2026 · 20:582 menit baca
SPBU Sungai Laur Dievaluasi, Pertamina Gunakan Diskresi Salurkan BBM Subsidi
Pertamina menggunakan jalur diskresi untuk menyalurkan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar ke Sungai Laur, Ketapang, di tengah evaluasi satu-satunya SPBU setempat. (Dok. Adpim Kalbar)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meminta PT Pertamina Patra Niaga mempercepat normalisasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ke Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang. Langkah intervensi ini diambil menyusul adanya keluhan dari perwakilan organisasi masyarakat terkait kelangkaan pasokan yang mengganggu mobilitas dan perekonomian warga di tingkat desa.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melakukan pertemuan langsung dengan perangkat daerah terkait serta Sales Area Manager (SAM) Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, di ruang kerjanya, Selasa (23/6/2026).

“Permasalahan ini telah kami tindak lanjuti melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan bersama Dinas ESDM dengan berkoordinasi langsung kepada Pertamina. Alhamdulillah, Pertamina siap segera menyalurkan BBM bersubsidi. Insya Allah paling lambat hari Jumat sudah mulai disuplai, bahkan jika memungkinkan dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Norsan.

Norsan menambahkan, pemerintah daerah berkewajiban untuk memastikan ketersediaan energi sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat dalam menunjang roda perekonomian wilayah.

SPBU Sungai Laur Dievaluasi, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Tak Terputus
Baca Juga

SPBU Sungai Laur Dievaluasi, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Tak Terputus

“Kami akan terus mendukung dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat,” tegasnya.

Penyebab Terhambatnya Pasokan BBM Subsidi
Dalam pertemuan tersebut, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, memaparkan kendala teknis yang menyebabkan tersendatnya distribusi energi di wilayah hilir tersebut.

Menurut Widhi, saat ini wilayah Kecamatan Sungai Laur hanya mengandalkan layanan dari satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Fasilitas pengisian tersebut belum dapat menyalurkan BBM bersubsidi secara reguler karena operasionalnya sedang dibekukan sementara.

Gubernur Ria Norsan Minta 99 Lurah di Kalbar Lakukan Transformasi Digital
Baca Juga

Gubernur Ria Norsan Minta 99 Lurah di Kalbar Lakukan Transformasi Digital

“Satu SPBU yang ada belum dapat menyalurkan BBM bersubsidi secara penuh karena masih dalam proses penyelidikan serta evaluasi operasional dan administrasi,” kata Widhi.

Mekanisme Diskresi dan Pengawasan Satgas
Kendati proses investigasi internal terhadap SPBU tersebut masih berjalan, Pertamina memutuskan untuk mengambil langkah darurat demi memulihkan pemenuhan hak konsumen di tingkat lokal atas instruksi kepala daerah.

Otoritas niaga migas regional tersebut memastikan komoditas jenis Pertalite dan Solar akan segera dikirimkan ke koridor Sungai Laur melalui skema penugasan khusus.

“Atas arahan Bapak Gubernur dan adanya diskresi yang diberikan untuk kepentingan masyarakat, kami akan segera menyalurkan BBM bersubsidi, baik Pertalite maupun Solar. Penyaluran ini akan tetap disertai pengawasan secara ketat dan aktif bersama tim satuan tugas yang telah dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat,” pungkas Widhi.

Formasi tim satuan tugas (satgas) gabungan dari unsur pemprov dan aparat penegak hukum dijadwalkan akan melakukan pengawalan melekat pada armada distribusi guna mengantisipasi potensi penyimpangan atau penyelewengan kuota subsidi di lapangan.

(Dayank Ana)