Kam, 27/08/26 · 09.49.31
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Sungai Kapuas Terdampak Intrusi Air Laut Pemkot Pontianak Kebut Perbaikan Waduk Penepat

Hendrawan
Hendrawan
Kamis, 27 Agustus 2026 · 15:312 menit baca
Sungai Kapuas Terdampak Intrusi Air Laut Pemkot Pontianak Kebut Perbaikan Waduk Penepat
Wali Kota Edi Kamtono tinjau Waduk Penepat di Kubu Raya dan desak percepatan suplai air baku usai kadar garam Sungai Kapuas tembus 5.000 mg per liter. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau langsung Waduk Penepat, Kecamatan Kuala Mandor B, Kubu Raya pada Kamis (27/8/2026) guna mendesak percepatan perbaikan infrastruktur air baku di tengah krisis intrusi air laut yang melanda Sungai Kapuas dalam sepekan terakhir.

Kondisi Sungai Kapuas saat ini sangat memprihatinkan dengan kadar garam melampaui 5.000 miligram per liter. Angka ini jauh di atas standar Kementerian Kesehatan yang mensyaratkan batas maksimal 600 miligram per liter untuk mandi dan di bawah 300 miligram per liter untuk air minum. Sebagai solusi darurat, Pemkot mengandalkan Waduk Penepat yang memiliki luas total 15,6 hektare, namun sayangnya belum beroperasi maksimal karena dalam masa perbaikan saluran inlet dan outlet.

“Kapasitas yang direncanakan harusnya bisa 1.100 liter per detik, sementara kebutuhan air bersih masyarakat di empat intake Imam Bonjol, Selat Panjang, Nipah Kuning dan Parit Mayor kita mencapai 2.050 liter per detik. Saat ini, karena perbaikan, kita hanya menghidupkan dua dari empat pompa sehingga air yang disuplai ke Imam Bonjol baru sekitar 200 liter per detik. Air bakunya menjadi masalah pokok kita sekarang,” tegas Edi di lokasi.

Edi menyoroti regulasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Sumber Daya Air yang mengamanatkan bahwa penyediaan air baku merupakan tanggung jawab pemerintah pusat atau provinsi. Ia mendesak pemerintah di tingkat atas untuk turun tangan, mengingat Pemkot Pontianak rutin membayar retribusi miliaran rupiah.

Atasi Karhutla di Kubu Raya, Polres Kerahkan 60 Personel Brimob ke Titik Rawan
Baca Juga

Atasi Karhutla di Kubu Raya, Polres Kerahkan 60 Personel Brimob ke Titik Rawan

“Kita setiap tahun membayar retribusi air permukaan ke provinsi. Tahun 2025 saja mencapai Rp2,4 miliar lebih. Kita beli, kita bayar, lalu kita sebarkan ke masyarakat. Kami berharap dalam kondisi darurat ini evaluasi bisa cepat dilakukan agar waduk berfungsi,” tambahnya.

Menanggapi kendala teknis di lapangan, Kepala Seksi Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I, Novizar Adiansyah menyatakan pihaknya tengah berpacu dengan waktu. Ia menjelaskan bahwa pasokan air baku dari Waduk Penepat saat ini baru mampu disuplai sekitar 500 liter per detik dari total target kapasitas 1.000 liter per detik, mengingat pihaknya masih terus melakukan serangkaian perbaikan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan air di Kota Pontianak

“Jadi memang untuk kapasitas kurang lebih 1.000 liter per detik akan kami suplai. Tapi mungkin untuk saat ini kami bisa suplai dari Penepat ini baru sekitar 500 liter per detik. Ke depannya, kami masih terus melakukan perbaikan-perbaikan untuk menyuplai air baku di Kota Pontianak,” jelasnya.

Adiansyah menyatakan pihaknya tengah berpacu dengan waktu.

Karhutla Dekat Ponpes di Kubu Raya, Polda Kalbar Padamkan Titik Api
Baca Juga

Karhutla Dekat Ponpes di Kubu Raya, Polda Kalbar Padamkan Titik Api

“Kontrak kami sebenarnya sampai akhir Desember. Namun untuk perbaikan ini, kami usahakan selesai sekitar satu minggu karena pemesanan pipa berdiameter 800 milimeter agak sulit didatangkan dari Jakarta,” ungkap Novisar.

(Hendrawan)