Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Kalimantan Selatan berencana mengintegrasikan kesenian tradisional Topeng Banjar ke dalam instrumen pendidikan formal. Rencana tersebut akan diwujudkan melalui koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendorong pengenalan seni daerah tersebut dalam kurikulum muatan lokal (mulok) di sekolah.
Langkah strategis ini diproyeksikan sebagai sarana sistematis untuk meregenerasi pelaku seni sekaligus memperkenalkan warisan budaya lokal kepada generasi muda sejak dini.
“Insya Allah kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Mudah-mudahan mendapat respons yang baik sehingga Seni Topeng Banjar dapat masuk dalam kurikulum muatan lokal. Dengan demikian, anak-anak di lingkungan pendidikan dapat mengenal dan memahami warisan budaya Banjar ini,” ujar Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Rizal Pahmi, di Banjarmasin, Sabtu (20/6/2026).


