Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Tekan Inflasi, Pemkot Pontianak Gelar Pasar Murah di Kawasan Car Free Day

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Minggu, 4 Oktober 2026 · 13:232 menit baca
Tekan Inflasi, Pemkot Pontianak Gelar Pasar Murah di Kawasan Car Free Day
Pemkot Pontianak gelar pasar murah sembako dan sayur saat CFD di halaman PMI; Wali Kota Edi Kamtono tegaskan komitmen stabilitas pasokan dan tekan inflasi. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak menggelar operasi pasar murah guna menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus menekan laju inflasi daerah di sela kegiatan Car Free Day yang dipusatkan di halaman PMI Kota Pontianak.

Ratusan warga mendatangi stan penjualan pangan pada Minggu (4/10/2026) tersebut untuk membeli berbagai komoditas strategis dengan harga di bawah rata-rata pasar tradisional.

Ketersediaan pasokan pangan yang disalurkan dalam kegiatan tersebut diuraikan langsung oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Penyediaan komoditas utama kebutuhan dapur dipaparkan dalam keterangannya.

“Ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sembako dan kebutuhan pangan,” kata Edi Rusdi Kamtono, Minggu, (4/10/2026).

Kendalikan Inflasi Pangan, Otorita IKN dan Bank Indonesia Gelar Festival Cabai Nusantara
Baca Juga

Kendalikan Inflasi Pangan, Otorita IKN dan Bank Indonesia Gelar Festival Cabai Nusantara

Pelaksanaan stabilisasi pasokan pangan ini melibatkan kemitraan lintas sektor antara pemerintah daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta jaringan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart.

Intervensi rantai pasok dan pengendalian lonjakan harga dijabarkan dalam penjelasannya.

“Yang pertama kita bantu distribusinya, kemudian kita bantu menstabilkan harga ketika terjadi lonjakan di pasar-pasar,” jelasnya.

Rangkaian pasar penyeimbang harga tersebut dilaporkan telah berjalan selama dua pekan berturut-turut dan menjangkau masyarakat di enam wilayah kecamatan se-Kota Pontianak, dengan proyeksi pelaksanaan lanjutan pada titik-titik rawan gejolak harga pangan.

Pasokan Terganggu Karhutla, Harga Cabai di Palangka Raya Tembus Rp 150 Ribu per Kilogram
Baca Juga

Pasokan Terganggu Karhutla, Harga Cabai di Palangka Raya Tembus Rp 150 Ribu per Kilogram

Manfaat penghematan belanja rumah tangga dirasakan langsung oleh salah seorang warga Pontianak Kota, Asih (46), yang membeli beras dan telur. Selisih pengeluaran belanja harian diungkapkan dalam penuturannya.

“Lumayan membantu, terutama untuk beras, telur dan kebutuhan dapur. Kalau harganya lebih murah, selisihnya bisa dipakai untuk membeli kebutuhan lain,” ujarnya.

Hal serupa diutarakan oleh Dwi (39), warga Pontianak Tenggara, yang memanfaatkan momen olahraga pagi untuk membeli sayuran segar dan cabai dengan harga bersubsidi. Kebutuhan pangan dapur yang fluktuatif diulas dalam pengakuannya.

“Senang ada kegiatan seperti ini. Sayur dan cabai kan hampir setiap hari dibutuhkan. Kalau harganya lebih terjangkau tentu sangat membantu,” katanya.

Langkah pengawasan pasar terus dilakukan dinas teknis terkait guna memantau pergerakan harga komoditas hortikultura dan sembako agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

(Dayank Ana)