Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Budaya

Luruskan Wacana di IKN, Pemkab Kukar Tegaskan Erau Adat Kutai Tetap di Tenggarong

Memei
Memei
Senin, 5 Oktober 2026 · 07:211 menit baca
Luruskan Wacana di IKN, Pemkab Kukar Tegaskan Erau Adat Kutai Tetap di Tenggarong
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri tegaskan wacana Erau di IKN bukan pemindahan Erau Adat Kutai; tradisi utama Kesultanan tetap digelar di Tenggarong. (Dok. Ist)

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memastikan wacana penyelenggaraan festival Erau di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan merupakan pemindahan pusat perhelatan Erau Adat Kutai dari Tenggarong, Senin, (5/10/2026).

Penegasan tersebut disampaikan guna merespons kekhawatiran masyarakat menyusul pernyataan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono terkait peluang pelaksanaan kegiatan kebudayaan bernuansa Erau di kawasan IKN untuk membawa identitas kearifan lokal.

Kedudukan historis agenda kebudayaan tersebut diuraikan langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, pada Minggu (4/10/2026).

Konteks cakupan wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dijabarkan dalam keterangannya.

Luruskan Wacana IKN, Bupati Kukar Tegaskan Erau Adat Kutai Tetap Digelar di Tenggarong
Baca Juga

Luruskan Wacana IKN, Bupati Kukar Tegaskan Erau Adat Kutai Tetap Digelar di Tenggarong

“Erau di IKN merupakan bagian dari Erau yang dilaksanakan di daerah-daerah bagiannya Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Bukan memindahkan Erau yang ada di Tenggarong hari ini ke IKN,” ujar Aulia Rahman Basri, Minggu, (4/10/2026).

Secara etimologi dan tradisi, Erau bermakna pesta keramaian rakyat yang pelaksanaannya juga tersebar di berbagai wilayah dengan karakteristik lokal masing-masing, sedangkan ritus adat utamanya tetap berpusat di ibu kota kabupaten. Pusat pelaksanaan ritual adat kebudayaan ditegaskan dalam penjelasannya.

“Erau Adat Kutai adanya di Tenggarong. Itu yang harus kita pahami. Erau Adat Kutai ada di Tenggarong,” ujarnya.

Langkah pelurusan informasi dipandang sangat mendesak agar publik tidak salah mengartikan gagasan Otorita IKN sebagai pengalihan atau penghapusan kalender festival tahunan di Kota Raja. Pencegahan distorsi kabar di tengah masyarakat ditekankan dalam pernyataannya.

Lantik Pengurus MMBB Kaltim di IKN, Panglima Mian Tekankan Pelestarian Budaya Dayak
Baca Juga

Lantik Pengurus MMBB Kaltim di IKN, Panglima Mian Tekankan Pelestarian Budaya Dayak

“Ini yang harus kita luruskan sehingga tidak terjadi distorsi informasi di tengah-tengah masyarakat seolah-olah tahun depan Erau itu dilaksanakan di IKN, di Tenggarong tidak dilaksanakan Erau,” kata Aulia.

Pengembangan kegiatan festival di luar daerah dinilai memperkaya khazanah kebudayaan tanpa menggantikan eksistensi sakral upacara adat di tanah asalnya. Kepastian lokasi pelaksanaan tradisi tahunan disampaikan sebagai penutup arahannya.

“Biar tidak terjadi kesalahpahaman. Erau yang ada di IKN bukan berarti Erau Adat Kutai yang ada di Tenggarong dipindahkan ke IKN,” pungkasnya.

(Memei)