Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Headline

Sempat Berbahaya, Kualitas Udara Penajam Paser Utara dan IKN Berangsur Membaik

Memei
Memei
Kamis, 29 Oktober 2026 · 11:241 menit baca
Sempat Berbahaya, Kualitas Udara Penajam Paser Utara dan IKN Berangsur Membaik
Kualitas udara di Penajam Paser Utara dan kawasan IKN sempat menyentuh level berbahaya akibat karhutla sebelum melandai ke kategori sedang. (Dok. OIKN)

Indeks kualitas udara di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kalimantan Timur, dilaporkan sempat menyentuh level berbahaya sebelum akhirnya melandai pada Rabu, (28/10/2026).

Fluktuasi lonjakan polutan yang mengkhawatirkan pada pukul 08.00–09.00 WITA akibat paparan kabut asap karhutla dijelaskan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PPU, Lukasiwan Eddy Saputro.

“Secara keseluruhan, rata-rata empat kecamatan termasuk di IKN pada pagi hari berada pada angka yang mengkhawatirkan atau berbahaya, dengan PM 10 outdoor rata-rata mencapai 484,75 mg/m³,” ujar Lukasiwan Eddy Saputro, seperti dikutip dari laporan Dinkes PPU, Rabu, (28/10/2026).

Berdasarkan pemantauan Tim Tanggap Karhutla Dinkes PPU, konsentrasi parameter PM 10 outdoor tertinggi tercatat di Kecamatan Sepaku sebesar 814,67 mikrogram per meter kubik (mg/m³) dan Kecamatan Babulu sebesar 811,33 mg/m³. Parameter PM 2,5 di Babulu juga berada pada ambang berbahaya sebesar 314 mg/m³, sementara Kecamatan Penajam dan Waru berada pada kategori tidak sehat hingga tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Kepala OIKN Pastikan Karhutla di Kalimantan Timur Tidak Ganggu Pembangunan IKN
Baca Juga

Kepala OIKN Pastikan Karhutla di Kalimantan Timur Tidak Ganggu Pembangunan IKN

Penurunan drastis tingkat polusi udara pada siang hari pukul 12.00–14.00 WITA di seluruh wilayah kecamatan dipaparkan lebih lanjut olehnya.

“Rata-rata secara keseluruhan pada siang hari melandai ke kategori sedang dan tidak sehat bagi kelompok sensitif,” kata Lukasiwan.

Pemantauan intensif di kawasan IKN dan sekitarnya terus digencarkan oleh tim kesehatan guna mengantisipasi dampak penurunan kualitas udara bagi masyarakat.

(Memei)