Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Air PDAM Terasa Asin, Pemprov Kalbar Salurkan 40 Ribu Liter Air Bersih di Pontianak

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Senin, 14 September 2026 · 23:282 menit baca
Air PDAM Terasa Asin, Pemprov Kalbar Salurkan 40 Ribu Liter Air Bersih di Pontianak
Akibat intrusi air laut yang membuat air PDAM terasa asin, Pemprov Kalbar salurkan 40 ribu liter bantuan air bersih bagi warga di lima titik Kota Pontianak. (Dok. Adpim Kalbar)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendistribusikan sebanyak 40 ribu liter bantuan air bersih ke lima titik permukiman warga di Kota Pontianak guna merespons penurunan kualitas air leding akibat intrusi air laut selama musim kemarau, Senin, (14/9/2026).

Penyaluran logistik cairan tawar tersebut digerakkan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan mengerahkan lima unit mobil tangki berkapasitas masing-masing 8.000 liter. Puluhan warga mendatangi armada tangki dengan membawa wadah penampungan berupa jeriken, galon, hingga ember di kawasan Kompleks Puri Akcaya 3, Jalan Parit H. Husin 2 (Paris 2), Kecamatan Pontianak Tenggara.

Kondisi kelayakan air perpipaan di kawasan terdampak dijelaskan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat meninjau proses pengisian air di lokasi.

Atasi Krisis Musim Kemarau, Polda Kalbar Salurkan Air Bersih untuk Warga Pontianak
Baca Juga

Atasi Krisis Musim Kemarau, Polda Kalbar Salurkan Air Bersih untuk Warga Pontianak

“Hari ini Pemprov Kalbar melalui Dinas PUPR menyalurkan 40 ribu liter air bersih di lima titik di Kota Pontianak. Saya turun langsung ke Paris 2 ini karena mendapat laporan dari warga bahwa air PDAM sudah tidak bisa digunakan untuk memasak dan minum karena terasa asin,” ujar Ria Norsan, Senin, (14/9/2026).

Penurunan debit Sungai Kapuas yang memicu kenaikan salinitas air baku PDAM disikapi pemerintah daerah dengan menyiagakan pasokan tangki harian bagi masyarakat. Instruksi kesiapan armada penyalur air selama masa tanggap kemarau ditekankan lebih lanjut dalam keterangannya.

“Saya sudah menginstruksikan Dinas PUPR untuk terus standby. Selama air PDAM masih asin dan masyarakat masih membutuhkan, pemerintah akan terus menyalurkan bantuan air bersih. Ini menjadi prioritas karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Selain krisis air konsumsi, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipicu oleh kekeringan gambut di sekitar permukiman turut menjadi perhatian serius. Keterlibatan publik dalam mencegah pembukaan areal tanam dengan metode bakar diimbau dalam pemaparannya.

Intrusi Air Laut Meluas, Pemkot Pontianak Salurkan Air Bersih dan Diskon Tarif PDAM
Baca Juga

Intrusi Air Laut Meluas, Pemkot Pontianak Salurkan Air Bersih dan Diskon Tarif PDAM

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan melakukan pembakaran lahan, dan apabila melihat adanya titik api segera laporkan kepada pihak terkait. Penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran seluruh masyarakat,” imbaunya.

Masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air bersih serta memprioritaskan pemanfaatan air untuk kebutuhan vital rumah tangga sehari-hari. Dampak langsung intrusi air laut terhadap aktivitas domestik warga dipaparkan oleh salah seorang warga Jalan Paris 2, Siti (45), saat mengantre pembagian air tangki.

“Alhamdulillah, terima kasih atas kepedulian Bapak Gubernur. Air PDAM sudah sekitar seminggu ini asin dan tidak bisa digunakan untuk memasak. Dengan adanya bantuan ini kami sangat terbantu untuk kebutuhan sehari-hari. Saya berharap dan berdoa semoga segera turun hujan,” ungkapnya.

Pemerintah provinsi memastikan armada tangki terus bergerak secara bergilir di wilayah kecamatan lain hingga mutu air baku sungai kembali normal.

(Tony)