Sel, 30/06/26 · 14.55.18
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Bantah Tuduhan Pemotongan Dana BOK 30%, Kepala Puskesmas Punggur: Datanya Keliru!

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 30 Juni 2026 · 20:141 menit baca
Bantah Tuduhan Pemotongan Dana BOK 30%, Kepala Puskesmas Punggur: Datanya Keliru!
Puskesmas Punggur, Hawarah, Dana BOK, Kubu Raya, Klarifikasi Berita, Dinas Kesehatan, Hoaks Media Sosial, Dana Kesehatan. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Kepala Puskesmas Punggur, Hawarah, secara tegas membantah tudingan terkait adanya pemotongan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar 30 persen yang sempat viral di media sosial. Hawarah menyebutkan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak berdasar dan menggunakan data yang tidak relevan dengan masa jabatannya.

Dalam klarifikasinya pada Selasa (30/6/2026), Hawarah menjelaskan bahwa data yang dijadikan rujukan dalam pemberitaan maupun unggahan di media sosial adalah data tahun 2023. Ia menegaskan bahwa dirinya baru resmi menjabat sebagai Kepala Puskesmas Punggur pada 10 April 2025, sehingga tuduhan tersebut tidak berkaitan dengan periode kepemimpinannya.

“Jadi saya tegaskan itu adalah hal yang tidak benar. Bahwa data itu, yang beredar di media dan media sosial, itu adalah data tahun 2023. Sedangkan saya masuk di Puskesmas ini pada tanggal 10 April 2025,” ujar Hawarah.

Lebih lanjut, Hawarah menyampaikan bahwa isu tersebut awalnya beredar di tengah pembahasan mengenai akreditasi puskesmas. Menurutnya, terdapat kekeliruan dalam penggunaan data lama yang kemudian dikaitkan dengan situasi saat ini.

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kabid Humas Polda Kalbar Tekankan Disiplin Personel
Baca Juga

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kabid Humas Polda Kalbar Tekankan Disiplin Personel

Terkait langkah selanjutnya, Hawarah telah melaporkan masalah ini kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya untuk ditindaklanjuti. Ia juga menekankan pentingnya prinsip keberimbangan dalam jurnalistik agar informasi yang sampai ke masyarakat sesuai dengan fakta di lapangan.

“Kami berharap pemberitaan yang disampaikan kepada masyarakat tetap berimbang sehingga informasi yang diterima publik sesuai dengan fakta,” tegasnya.

Pihak Puskesmas Punggur berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di publik dan meminta media massa untuk melakukan konfirmasi menyeluruh kepada pihak terkait sebelum menyebarkan informasi sensitif di masa mendatang.

(Hendrawan)