Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Dua Tahun Jalan Rusak, Warga Komplek Kanayaqueen Kubu Raya Bergotong Royong Swadaya

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Minggu, 9 Agustus 2026 · 16:321 menit baca
Dua Tahun Jalan Rusak, Warga Komplek Kanayaqueen Kubu Raya Bergotong Royong Swadaya
Dua tahun tak tersentuh perbaikan, warga Komplek Kanayaqueen di Desa Sungai Bemban Kubu Raya patungan swadaya perbaiki jalan rusak dan berlubang. (Dok. HO/TNP)

Warga Komplek Kanayaqueen, Desa Sungai Bemban, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya lantaran tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah daerah, Minggu, (9/8/2026).

Jalan permukiman yang menjadi akses vital bagi mobilitas harian masyarakat tersebut diketahui telah mengalami kerusakan parah selama kurang lebih dua tahun.

Kondisi permukaan jalan yang berlubang di sejumlah titik dinilai sangat mengganggu aktivitas sekaligus membahayakan keselamatan para pengguna jalan yang melintas.

“Jalan ini sudah sekitar dua tahun rusak. Karena belum juga diperbaiki, kami warga berinisiatif gotong royong untuk menambal dan menyemen jalan yang berlubang,” ujar warga setempat Muhammad Syukron, Minggu, (9/8/2026).

Tinjau Instalasi Air Bersih PMI, Wagub Kalbar Krisantus Dorong Pembangunan SPAM Regional untuk Solusi Jangka Panjang
Baca Juga

Tinjau Instalasi Air Bersih PMI, Wagub Kalbar Krisantus Dorong Pembangunan SPAM Regional untuk Solusi Jangka Panjang

Upaya perbaikan sementara tersebut direalisasikan melalui penggalangan dana sukarela antarwarga guna membeli bahan bangunan yang diperlukan.

Iuran dana dikumpulkan secara bergotong royong untuk membeli semen serta material penambal lubang jalan.

“Kami patungan untuk membeli material. Setelah material terkumpul, warga bersama-sama menyemen dan menambal jalan yang rusak,” kata Ketua Komplek Kanayaqueen Manto Wiyono.

Donata Dirasig Salurkan Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Terdampak Karhutla
Baca Juga

Donata Dirasig Salurkan Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Terdampak Karhutla

Meski tindakan penanganan darurat telah dikerjakan secara mandiri, warga tetap mendesak adanya langkah perbaikan permanen dari pemerintah setempat.

Pembangunan infrastruktur secara memadai dinilai sangat penting agar warga tidak terus-menerus dibayang-bayangi risiko kecelakaan akibat kerusakan jalan.

Di samping masalah aksesibilitas, keterbatasan anggaran swadaya juga menghambat penyelesaian pembangunan rumah ibadah di lingkungan komplek pemukiman tersebut.

Kondisi fasilitas publik yang belum rampung memaksa warga harus menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer demi menjangkau rumah ibadah terdekat.

Masyarakat setempat berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian nyata terhadap pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas umum di Desa Sungai Bemban demi menjamin keamanan serta kenyamanan aktivitas warga.

(Dayank Ana)