Sel, 23/06/26 · 15.17.01
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Gubernur Ria Norsan Minta 99 Lurah di Kalbar Lakukan Transformasi Digital

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Selasa, 23 Juni 2026 · 20:212 menit baca
Gubernur Ria Norsan Minta 99 Lurah di Kalbar Lakukan Transformasi Digital
Gubernur Kalbar Ria Norsan menekankan peran strategis 99 lurah sebagai garda terdepan pelayanan publik serta mendorong penguatan literasi digital birokrasi. (Dok. Adpim Kalbar)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menekankan pentingnya penguatan birokrasi yang adaptif dan lincah (agile) sebagai fondasi percepatan pembangunan daerah. Langkah ini diambil guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif serta berorientasi pada pelayanan publik di tingkat bawah.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyatakan bahwa perubahan birokrasi bukan sekadar transformasi istilah, melainkan perubahan cara kerja operasional yang lebih cepat, terbuka, dan berbasis teknologi.

“Pemerintah harus mampu merespons kebutuhan masyarakat dengan cepat, sederhana, dan efektif,” kata Ria Norsan saat membuka Rapat Kerja Lurah se-Kalimantan Barat di Aula Garuda, Pontianak, Selasa (23/6/2026).

Fungsi Strategis Aparatur Tingkat Kelurahan
Dalam agenda tersebut, Ria Norsan mengingatkan bahwa lurah memegang peran strategis sebagai garda terdepan institusi pemerintahan. Menurutnya, aparat kelurahan tidak boleh hanya menjalankan fungsi administratif rutin, tetapi juga harus menjadi pemimpin wilayah yang memahami dinamika sosial di lapangan.

Kunjungan ke Temajuk, Gubernur Kalbar Ikut Lomba Tradisional Bersama Warga
Baca Juga

Kunjungan ke Temajuk, Gubernur Kalbar Ikut Lomba Tradisional Bersama Warga

Saat ini terdapat 99 kelurahan yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat yang menjadi ujung tombak pelayanan publik di tingkat perkotaan. Kualitas kinerja di level ini dinilai menjadi indikator utama yang menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap performa pemerintah secara umum.

“Jika lurah mampu bekerja dengan integritas, membangun komunikasi yang baik, dan menghadirkan inovasi, maka berbagai persoalan di akar rumput dapat diselesaikan lebih cepat dan tepat,” tegas Ria Norsan.

Peningkatan Kompetensi Publik dan Literasi Digital
Gubernur juga mendorong adanya percepatan penguatan kapasitas aparatur kelurahan, terutama yang berkaitan dengan penguasaan literasi digital, pola komunikasi publik, serta model kepemimpinan yang melayani.

Buka Festival Bakcang Pontianak 2026, Ria Norsan Ajak Warga Rawat Keberagaman
Baca Juga

Buka Festival Bakcang Pontianak 2026, Ria Norsan Ajak Warga Rawat Keberagaman

Selain penguatan internal, aspek sinergi lintas sektor antara lurah, camat, perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku usaha, hingga generasi muda turut menjadi poin penekanan untuk menjawab tantangan pembangunan daerah yang kian kompleks.

“Pembangunan tidak bisa berjalan sektoral. Dibutuhkan kolaborasi, inovasi, dan semangat gotong royong,” pungkas Ria Norsan di akhir sambutannya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memproyeksikan rapat kerja ini sebagai instrumen untuk membangun komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif dan berorientasi pada hasil kerja riil di lapangan.

(Dayank Ana)