Ancaman kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat kini mulai merambat dan mengganggu urat nadi transportasi udara. Anjloknya jarak pandang (visibility) hingga di bawah angka esensial 1.000 meter memaksa otoritas Bandara Internasional Supadio menunda sejumlah jadwal penerbangan pagi pada Kamis (20/8/2026).
Pihak Bandara Supadio mengonfirmasi bahwa pekatnya asap secara langsung telah mereduksi visibilitas landasan pacu, membuat prosedur lepas landas maupun pendaratan pada rentang waktu dini hari hingga pagi hari menjadi terlalu berisiko bagi keselamatan aviasi.
“Benar ada kendala untuk penerbangan. Dampak dari kabut asap ini sudah mulai terasa di Bandara Supadio, terutama untuk penerbangan pagi,” ungkap Joko dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).
Kendati jadwal penerbangan terdampak, otoritas bandara secara tegas menepis adanya pembatalan keberangkatan akibat bencana ekologis ini. Negasi ini penting untuk meredam kepanikan calon penumpang di ruang tunggu. Opsi yang diambil murni penundaan jam terbang (delay) hingga matahari naik dan jarak pandang kembali menembus batas aman 1.000 meter.
