Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menerima kunjungan kerja Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm, di Rumah Dinas Gubernur Kalsel guna membahas penjajakan kerja sama strategis daerah.
Pertemuan bilateral tingkat daerah tersebut mendiskusikan sejumlah agenda krusial, mulai dari mata pencaharian warga, pengelolaan infrastruktur pengendali banjir Bendungan Riam Kiwa, tata kelola lahan gambut, hingga peluang pemulangan aset sejarah Banjar yang tersimpan di Belanda.
Peta demografi profesi masyarakat Kalimantan Selatan dipaparkan langsung oleh Muhidin saat merespons pertanyaan diplomat Belanda tersebut. Keseimbangan sumber penghidupan warga diuraikan dalam keterangannya.
“Kita jawab bahwa kita ini ada petani, ada pegawai, ada pekerja. Artinya merata,” ujar Muhidin, Senin, (5/10/2026).

