Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Terima Dubes Belanda, Gubernur Muhidin Bahas Mitigasi Gambut dan Repatriasi Aset Sejarah

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Senin, 5 Oktober 2026 · 13:582 menit baca
Terima Dubes Belanda, Gubernur Muhidin Bahas Mitigasi Gambut dan Repatriasi Aset Sejarah
Gubernur Kalsel Muhidin terima Wakil Dubes Belanda Adriaan Palm; bahas desain lahan gambut, kawasan Riam Kiwa, hingga repatriasi intan pusaka bersejarah Banjar. (Dok. Ist)

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menerima kunjungan kerja Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm, di Rumah Dinas Gubernur Kalsel guna membahas penjajakan kerja sama strategis daerah.

Pertemuan bilateral tingkat daerah tersebut mendiskusikan sejumlah agenda krusial, mulai dari mata pencaharian warga, pengelolaan infrastruktur pengendali banjir Bendungan Riam Kiwa, tata kelola lahan gambut, hingga peluang pemulangan aset sejarah Banjar yang tersimpan di Belanda.

Peta demografi profesi masyarakat Kalimantan Selatan dipaparkan langsung oleh Muhidin saat merespons pertanyaan diplomat Belanda tersebut. Keseimbangan sumber penghidupan warga diuraikan dalam keterangannya.

“Kita jawab bahwa kita ini ada petani, ada pegawai, ada pekerja. Artinya merata,” ujar Muhidin, Senin, (5/10/2026).

Tingkatkan Pelayanan, Dishub Kalsel Tambah Armada Bus Trans Banjarbakula
Baca Juga

Tingkatkan Pelayanan, Dishub Kalsel Tambah Armada Bus Trans Banjarbakula

Pada sektor ketahanan bencana dan pangan, pembahasan difokuskan pada pengelolaan kawasan pascapembangunan infrastruktur Riam Kiwa yang telah didukung pembiayaan pemerintah pusat, terutama rancang bangun tata ruang saluran air menjadi areal persawahan produktif demi memperkuat surplus beras regional.

Terkait bencana kabut asap, transfer pengetahuan teknis pemeliharaan lahan basah dijajaki guna melengkapi asistensi pengeboman air (water bombing) yang sebelumnya pernah disalurkan pihak Belanda.

Tantangan mengelola lahan gambut produktif tanpa memicu kebakaran hutan dijabarkan dalam penjelasannya.

“Yang jelas kita saat ini mungkin bagaimana desain gambut itu supaya jangan terbakar secara meluas,” katanya.

Kalimantan Selatan Catat 18 Kasus Super Flu, Terbanyak Bersama Jawa Timur
Baca Juga

Kalimantan Selatan Catat 18 Kasus Super Flu, Terbanyak Bersama Jawa Timur

Selain isu ekologi dan pangan, Muhidin secara khusus memperjuangkan repatriasi benda pusaka dan koleksi intan bersejarah milik Kesultanan Banjar yang kini berada di negeri kincir angin tersebut.

Pihak Kedutaan Belanda dilaporkan membuka ruang komunikasi formal melalui pengiriman surat resmi dari pemerintah daerah.

Instruksi penyusunan dokumen diplomasi kepada jajaran birokrasi daerah ditegaskan dalam perintahnya.

“Saya perintahkan Pak Sekda dengan rekan-rekan lain, mulai hari ini sampai malam, harus besok sudah selesai suratnya,” tegasnya.

Surat permohonan tersebut segera diteruskan kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia guna memperkuat agenda pembicaraan diplomatik saat kunjungan menteri ke Belanda dalam waktu dekat.

Mekanisme perundingan antarpemerintah disadari menjadi syarat mutlak dalam proses pengembalian benda cagar budaya tersebut.

Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla di Kalimantan dan Sumatera Yang Terus Memburuk
Baca Juga

Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla di Kalimantan dan Sumatera Yang Terus Memburuk

Keterbatasan kepastian pengembalian aset sejarah diutarakan sebagai penutup penjelasannya.

“Beliau tidak bisa memastikan apakah itu bisa dikembalikan atau tidak. Karena itu perlu pembicaraan yang lebih konkret antara Indonesia dengan pemerintah Belanda,” jelas Muhidin.

(Dayank Ana)