Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Kabut Pekat Menyelubungi Pontianak Sore Ini, Kualitas Udara Pontianak Tembus Kategori Berbahaya

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 19 September 2026 · 21:042 menit baca
Kabut Pekat Menyelubungi Pontianak Sore Ini, Kualitas Udara Pontianak Tembus Kategori Berbahaya
Kualitas udara Pontianak capai level sangat berbahaya dengan AQI 1.087 dan PM2.5 620 µg/m³; warga desak penetapan status darurat kesehatan akibat pekatnya kabut asap. (Dok. Arsip Pribadi/Defria)

Kualitas udara di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menembus angka sangat berbahaya dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai 1.087 akibat kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sore ini. Kondisi udara ekstrem yang mengancam kesehatan paru masyarakat secara masif ini memicu desakan agar penanganan pemerintah tidak berhenti pada sekadar imbauan.

Berdasarkan pemantauan IQAir pada pukul 16.00 WIB, konsentrasi polutan utama PM2.5 di Pontianak melonjak drastis hingga 620 µg/m³. Angka partikulat halus ini mengindikasikan tingkat pencemaran udara beracun yang dapat menembus jauh ke dalam sistem pernapasan. Meski terdapat tren penurunan menjadi 931 pada pukul 18.00 WIB dan 682 pada pukul 21.00 WIB, kualitas udara diprakirakan tetap berada pada level krisis hingga malam hari.

Merespons memburuknya kualitas udara tersebut, Miko Rahmadi, seorang mahasiswa, melontarkan kritik keras terhadap langkah mitigasi bencana yang dinilai normatif. Menurutnya, lonjakan polusi ini membutuhkan intervensi kedaruratan yang nyata.

“Angka AQI yang menembus seribu ini bukan lagi sekadar polusi biasa, melainkan bencana ekologis yang mengancam nyawa warga secara langsung. Pemerintah tidak bisa terus-menerus hanya mengimbau warga memakai masker atau berdiam di rumah. Harus ada penetapan status darurat kesehatan dan penindakan tegas di lapangan terhadap dalang karhutla,” tegas Miko.

Dihadapan Wakil PM Malaysia, Prabowo Sebut Sedang Menyiapkan Strategi Pencegahan Karhutla
Baca Juga

Dihadapan Wakil PM Malaysia, Prabowo Sebut Sedang Menyiapkan Strategi Pencegahan Karhutla

Ancaman kesehatan dari partikel beracun ini ditegaskan oleh kalangan medis. Dokter Spesialis Paru RSUD Sultan Syarif Mohammad Al-Qadri Pontianak, Nur Anissa, mengingatkan bahwa paparan kabut asap karhutla dalam jangka panjang berisiko menurunkan fungsi paru secara permanen dan meningkatkan reaktivitas saluran napas.

“Kabut asap sendiri memberikan dampak bagi kesehatan kita. Tingkat risiko kesehatan akibat paparan kabut asap dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain konsentrasi polutan, lamanya paparan, ukuran partikel, aktivitas seseorang, serta tingkat kerentanan individu terhadap asap,” jelas Nur dalam keterangannya.

Di sisi pemerintahan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono sebelumnya telah mengeluarkan instruksi kewaspadaan kepada warga untuk membatasi pergerakan di luar ruang dan menggunakan masker penyaring partikulat halus.

“Kondisi udara saat ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. Saya minta masyarakat tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak,” ungkap Edi.

Atasi Dampak Karhutla, Pemprov Kalbar Usulkan Bantuan BSPS untuk Bangun Rumah Terbakar
Baca Juga

Atasi Dampak Karhutla, Pemprov Kalbar Usulkan Bantuan BSPS untuk Bangun Rumah Terbakar

Hingga malam ini, masyarakat Pontianak dipaksa bertahan di tengah kepungan asap dengan jarak pandang terbatas, sementara tuntutan akan tindakan konkret untuk memadamkan sumber karhutla di Kalimantan Barat terus menguat.

(Hendrawan)