Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Internasional

Dihadapan Wakil PM Malaysia, Prabowo Sebut Sedang Menyiapkan Strategi Pencegahan Karhutla

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 19 September 2026 · 14:002 menit baca
Dihadapan Wakil PM Malaysia, Prabowo Sebut Sedang Menyiapkan Strategi Pencegahan Karhutla
Presiden Prabowo Subianto terima bantuan armada pemadam Malaysia di Hambalang; tegaskan pemerintah susun strategi pencegahan karhutla permanen. (Dok. BPMI Setpres)

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan yang kepulan asapnya mencekik hingga ke negara tetangga memaksa pemerintah pusat mengambil langkah darurat sekaligus strategis. Presiden RI Prabowo Subianto secara terbuka menerima tawaran bantuan armada dan personel dari Malaysia guna mempercepat pemadaman titik api, sembari menegaskan komitmennya menyusun cetak biru pencegahan agar krisis ekologi ini tidak lagi menjadi kutukan tahunan.

Keputusan krusial tersebut disepakati usai Presiden Prabowo menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri (WPM) Malaysia Ahmad Zahid Hamidi di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/9/2026).

Presiden tidak menampik bahwa insiden karhutla di Indonesia telah membawa dampak destruktif lintas batas. Kepulan asap dari Kalimantan dan Sumatera tidak hanya memburukkan kualitas udara di dalam negeri, tetapi juga sempat memaksa penutupan 108 sekolah di Sarawak, Malaysia, dan menyeret kualitas udara Singapura ke level tidak sehat.

Sebagai bentuk intervensi cepat, tawaran taktis dari Negeri Jiran langsung dieksekusi. Malaysia dipastikan segera mengerahkan kekuatan berupa satu unit pesawat, tiga helikopter, dan 52 personel pemadam kebakaran langsung ke episentrum karhutla di Kalimantan.

Atasi Dampak Karhutla, Pemprov Kalbar Usulkan Bantuan BSPS untuk Bangun Rumah Terbakar
Baca Juga

Atasi Dampak Karhutla, Pemprov Kalbar Usulkan Bantuan BSPS untuk Bangun Rumah Terbakar

“Beliau kawan lama, jadi beliau berkunjung ke saya dan kita bahas berbagai masalah, yang pertama dari pihak Malaysia menawarkan bantuan ingin ikut membantu kita untuk mengatasi kebakaran hutan di Kalimantan. Hal ini saya tanggapi dengan terima kasih, dengan gembira,” ungkap Prabowo di hadapan awak media.

Prabowo menyadari bahwa menerima uluran tangan dari negara sahabat termasuk dari Jepang yang juga turut mengulurkan bantuan adalah langkah logis atas krisis lingkungan yang tidak mengenal batas teritorial.

“Ini adalah masalah lingkungan hidup yang memengaruhi banyak pihak dan walaupun itu kebakaran di Indonesia, tapi dampaknya dirasakan di tetangga-tetangga kita. Jadi mereka ingin bantu kita, dan kita terima dengan baik,” jelasnya secara lugas.

Namun, di luar manuver pemadaman darurat, Kepala Negara mengkritisi rutinitas bencana yang terus berulang. Ia memastikan bahwa pemerintah tidak akan terus-menerus mengandalkan mekanisme pemadaman setelah api membesar. Saat ini, perumusan regulasi dan tindakan pencegahan radikal tengah digodok agar krisis ini dapat diputus secara permanen.

Lantik Hendra Jadi Pj Sekda Kalbar, Ria Norsan Instruksikan Fokus Tangani Karhutla
Baca Juga

Lantik Hendra Jadi Pj Sekda Kalbar, Ria Norsan Instruksikan Fokus Tangani Karhutla

“Ini juga pernah dilakukan beberapa tahun yang lalu, dan ini juga saya sedang menyusun langkah-langkah pencegahan menyeluruh, supaya tidak tiap beberapa tahun muncul lagi, muncul lagi,” tegas Prabowo menyoroti kelemahan sistem mitigasi di masa lalu.

Di pengujung pertemuan yang turut didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan jajaran kabinet tersebut, Prabowo dan Zahid Hamidi turut menjajaki perluasan kerja sama bilateral, salah satunya di sektor industri halal.

Menutup keterangannya, Presiden mengingatkan pentingnya soliditas diplomatik di kawasan ASEAN dan meminta agar insiden-insiden kecil tidak dibiarkan merusak hubungan jangka panjang antarnegara serumpun.

“Jangan sampai kita, hal-hal yang mengganggu kita menjadi masalah yang dibesar-besarkan, Indonesia dan Malaysia adalah saudara, kita harus bekerja sama, kita harus pelihara hubungan yang sangat baik saya kira itu, terima kasih,” pungkasnya.

(Hendrawan)