Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan yang kepulan asapnya mencekik hingga ke negara tetangga memaksa pemerintah pusat mengambil langkah darurat sekaligus strategis. Presiden RI Prabowo Subianto secara terbuka menerima tawaran bantuan armada dan personel dari Malaysia guna mempercepat pemadaman titik api, sembari menegaskan komitmennya menyusun cetak biru pencegahan agar krisis ekologi ini tidak lagi menjadi kutukan tahunan.
Keputusan krusial tersebut disepakati usai Presiden Prabowo menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri (WPM) Malaysia Ahmad Zahid Hamidi di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/9/2026).
Presiden tidak menampik bahwa insiden karhutla di Indonesia telah membawa dampak destruktif lintas batas. Kepulan asap dari Kalimantan dan Sumatera tidak hanya memburukkan kualitas udara di dalam negeri, tetapi juga sempat memaksa penutupan 108 sekolah di Sarawak, Malaysia, dan menyeret kualitas udara Singapura ke level tidak sehat.
Sebagai bentuk intervensi cepat, tawaran taktis dari Negeri Jiran langsung dieksekusi. Malaysia dipastikan segera mengerahkan kekuatan berupa satu unit pesawat, tiga helikopter, dan 52 personel pemadam kebakaran langsung ke episentrum karhutla di Kalimantan.

