Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Resmikan Pastoran Mentebah di Kapuas Hulu, Wagub Krisantus Ajak Umat Cegah Karhutla

Memei
Memei
Sabtu, 19 September 2026 · 13:383 menit baca
Resmikan Pastoran Mentebah di Kapuas Hulu, Wagub Krisantus Ajak Umat Cegah Karhutla
agub Kalbar Krisantus Kurniawan resmikan Pastoran Santo Filipus Mentebah di Kapuas Hulu; serukan peran gereja edukasi umat jaga hutan dan cegah karhutla. (Dok. Adpim Kalbar)

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan meresmikan Pastoran Paroki Santo Filipus Mentebah di Dusun Bangan Permai, Desa Tanjung Intan, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat, (18/9/2026).

Fasilitas keagamaan tersebut difungsikan sebagai pusat pelayanan pastoral sekaligus tempat tinggal para imam yang melayani umat Katolik di sejumlah desa wilayah Paroki Santo Filipus Mentebah, Keuskupan Sintang. Rangkaian acara ditandai dengan pemberkatan oleh Uskup Keuskupan Sintang Mgr Samuel Oton Sidin, dilanjutkan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita bersama jajaran Forkopimda Kapuas Hulu.

Apresiasi atas selesainya pembangunan sarana pastoral tersebut disampaikan oleh Krisantus Kurniawan dalam sambutannya.

Atasi Dampak Karhutla, Pemprov Kalbar Usulkan Bantuan BSPS untuk Bangun Rumah Terbakar
Baca Juga

Atasi Dampak Karhutla, Pemprov Kalbar Usulkan Bantuan BSPS untuk Bangun Rumah Terbakar

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya mengucapkan selamat dan proficiat atas diresmikannya Pastoran Paroki Santo Filipus Mentebah. Semoga pastoran ini menjadi rumah yang nyaman bagi para pastor dan menjadi pusat pelayanan yang membawa berkat bagi seluruh umat,” ujar Krisantus Kurniawan, Jumat, (18/9/2026).

Penguatan sarana gerejawi dinilai beriringan dengan misi penguatan karakter masyarakat serta soliditas sosial warga di kawasan pedalaman Kapuas Hulu. Dampak keterlibatan lembaga keagamaan terhadap peningkatan kualitas warga dipaparkan dalam arahannya.

“Semoga umat semakin aktif dalam pelayanan, semakin solid dalam kebersamaan, dan semakin berkontribusi dalam pembangunan daerah. Dengan dukungan Gereja, masyarakat akan semakin siap menghadapi masa depan, karena pembangunan manusia sejatinya adalah pembangunan bangsa,” katanya.

Udara Pontianak Mulai Membaik, Wako Edi Harap Hujan Segera Tuntaskan Pemadaman Karhutla
Baca Juga

Udara Pontianak Mulai Membaik, Wako Edi Harap Hujan Segera Tuntaskan Pemadaman Karhutla

Sinergi pemerintah dan gereja diposisikan strategis guna membentuk ketahanan mental serta etika generasi muda di tengah tantangan zaman. Keseimbangan antara capaian fisik dan spiritual masyarakat ditegaskan lebih lanjut dalam keterangannya.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menekankan bahwa pembangunan manusia tidak bisa hanya mengandalkan aspek material, tetapi juga harus menyentuh dimensi spiritual dan moral. Gereja melalui pelayanan pastoral memiliki peran strategis dalam membentuk pribadi yang berintegritas, disiplin, dan berdaya saing,” tuturnya.

Keberpihakan anggaran dan fasilitas terhadap kegiatan keagamaan disebut sebagai komitmen menjaga keharmonisan masyarakat majemuk di Kalimantan Barat. Jaminan kesetaraan dukungan fasilitas ibadah ditegaskan dalam pemaparannya.

“Kalbar ini miniatur Indonesia. Toleransi kita sangat kuat. Pemerintah hadir untuk semua agama. Pembangunan rumah ibadah dan fasilitas pelayanan keagamaan seperti ini merupakan bagian dari upaya kita membangun manusia Kalbar yang beriman dan berakhlak mulia,” tegasnya.

Di sela peresmian sarana ibadah, peringatan keras terkait ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) disampaikan langsung kepada jemaat dan pemuka agama. Seruan menjaga kelestarian alam tanpa membuka ladang dengan cara membakar diutarakan dalam pesannya.

“Saya titip pesan kepada seluruh umat yang hadir di sini. Mari kita jaga hutan kita, jaga lingkungan kita. Hutan adalah titipan Tuhan untuk anak cucu kita. Kalau kita membakar hutan dan lahan, bukan hanya asap yang menyengsarakan orang banyak, tetapi juga merusak lingkungan dan ciptaan Tuhan. Saya yakin umat Katolik di Mentebah ini sangat mencintai alam dan bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya,” ungkap Krisantus.

Lantik Hendra Jadi Pj Sekda Kalbar, Ria Norsan Instruksikan Fokus Tangani Karhutla
Baca Juga

Lantik Hendra Jadi Pj Sekda Kalbar, Ria Norsan Instruksikan Fokus Tangani Karhutla

Para imam dan rohaniwan diminta menyisipkan literasi lingkungan hidup dalam materi kotbah serta mendorong pelaporan dini bila menemukan kemunculan api di kawasan hutan. Instruksi koordinasi bersama aparat penegak hukum dan petugas kebencanaan dijabarkan sebagai penutup arahannya.

“Gereja punya peran penting. Satu pesan dari pastor di mimbar dapat didengar oleh umat. Tolong bantu pemerintah untuk mengedukasi masyarakat. Kalau melihat titik api, segera laporkan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, atau pihak berwenang terdekat,” pesannya.

Peresmian fasilitas pelayanan umat tersebut kemudian diakhiri dengan perayaan Misa Syukur bersama ratusan umat Katolik yang dipimpin langsung oleh Uskup Sintang.

(Memei)