Peluang curah hujan di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) diprediksi mengalami peningkatan pada periode 21 hingga 24 September 2026, Sabtu (19/9/26).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar mencatat potensi hujan berintensitas ringan hingga sedang ini diharapkan dapat membantu meredakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah titik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kalbar, Ridwan, menjelaskan bahwa intensitas hujan mulai menunjukkan tren kenaikan bertahap sejak 19 September, sebelum mencapai probabilitas tertinggi setelah 20 September.
“Dari tanggal 21-24 terlihat jelas ini, kemungkinan terjadinya hujan sangat besar,” kata Ridwan.

