Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Karhutla di Kubu Raya Diprediksi Berlangsung Hingga September

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 1 Agustus 2026 · 14:142 menit baca
Karhutla di Kubu Raya Diprediksi Berlangsung Hingga September
Pemkab dan Polres Kubu Raya memperkuat penanganan karhutla menghadapi puncak kemarau hingga September 2026 melalui penyiapan embung terpal dan penegakan hukum. (Dok. Polres Kubu Raya)

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Polres Kubu Raya memperkuat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna memitigasi puncak musim kemarau yang diprakirakan berlangsung hingga September 2026.

Langkah antisipasi difokuskan pada penguatan personel survei, pembangunan embung darurat, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Wilayah Kubu Raya tercatat berada di posisi ketiga dengan jumlah titik api tertinggi di Kalimantan Barat setelah Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Cegah Api Gambut Dekati Permukiman, Mahasiswa Fahutan Untan Berjibaku Padamkan Karhutla di Kuala Dua
Baca Juga

Cegah Api Gambut Dekati Permukiman, Mahasiswa Fahutan Untan Berjibaku Padamkan Karhutla di Kuala Dua

Sekitar 80 persen wilayah Kubu Raya merupakan lahan gambut dengan kedalaman mencapai 6 hingga 8 meter di kawasan Sepakat, Sungai Raya, dan Sungai Ambawang, sehingga memicu kendala ketersediaan air saat pemadaman.

“Perkiraan kami, hingga September nanti ancaman kebakaran masih cukup tinggi. Karena itu seluruh unsur harus tetap siaga,” kata Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto saat Briefing Rutin Penanganan Karhutla di Ruang Rapat Praja Utama, Jumat, (31/7/2026).

Kubu Raya menjadi kawasan krusial penanganan karhutla karena merupakan daerah penyangga Bandara Internasional Supadio yang rawan terdampak sebaran kabut asap.

“Kita memiliki personel dan peralatan, tetapi ketika sumber air sulit didapat, pemadaman menjadi jauh lebih berat,” ujar Sukiryanto.

Dukung Relawan Garis Depan Karhutla, Badko HMI Kalbar Salurkan Bantuan Logistik ke Posko Segar
Baca Juga

Dukung Relawan Garis Depan Karhutla, Badko HMI Kalbar Salurkan Bantuan Logistik ke Posko Segar

Guna mengatasi keterbatasan air di lokasi rawan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengusulkan pembuatan embung darurat berbahan terpal berbiaya sekitar Rp3,6 juta per unit.

“Kalau tersedia cadangan air di dekat lokasi kebakaran, respons pemadaman tentu akan jauh lebih cepat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepolisian Resor Kubu Raya menginstruksikan pengecekan ketersediaan air pada embung di kawasan Jalan Angkasa Pura dan SMA Negeri 4 Sungai Raya.

“Koordinasi dan kolaborasi harus terus diperkuat agar setiap titik api dapat ditangani secepat mungkin,” kata Kapolres Kubu Raya Rensa S. Aktadivia.

Selain upaya pemadaman darat, kepolisian menegaskan proses penyelidikan tetap berjalan apabila ditemukan indikasi pembakaran lahan secara sengaja.

“Cari tahu siapa pemilik lahannya, siapa yang melakukan pembakaran, serta apa motifnya. Jika ada unsur kesengajaan, tentu akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Rensa usai meninjau embung di Jalan Angkasa Pura, Sabtu, (1/8/2026).

Pemkab dan Polres Kubu Raya Mediasi Blokade Jalan Trans Kalimantan
Baca Juga

Pemkab dan Polres Kubu Raya Mediasi Blokade Jalan Trans Kalimantan

Edukasi pencegahan pembakaran lahan juga ditingkatkan melalui jajaran Satbinmas dan tokoh masyarakat setempat.

“Kami terus mengedukasi masyarakat melalui Satbinmas bersama tokoh masyarakat agar tidak meninggalkan api yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar,” pungkas Rensa.

(Dayank Ana)