Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Mandi di Sungai Pinang, Bocah 12 Tahun Hilang Terbawa Arus Sungai Kapuas Melawi

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Minggu, 27 September 2026 · 18:141 menit baca
Mandi di Sungai Pinang, Bocah 12 Tahun Hilang Terbawa Arus Sungai Kapuas Melawi
Tim SAR gabungan cari anak 12 tahun yang hanyut terbawa arus saat mandi di Sungai Kapuas Melawi; Kepala Kantor SAR Pontianak Budiono ingatkan pengawasan anak. (Dok. SAR)

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan menggelar operasi penyisiran untuk mencari seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang dilaporkan hilang tenggelam terbawa arus di aliran Sungai Kapuas, Desa Sungai Pinang, Kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi, Minggu, (27/9/2026).

Insiden kecelakaan perairan tersebut menimpa korban bernama Reiold Lumbanturuan, warga Dusun Jaba, saat sedang mandi di tepian sungai pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 16.15 WIB.

Identitas korban dan kronologi awal peristiwa nahas tersebut dipaparkan oleh Kepala Kantor SAR Pontianak, Budiono. Kondisi fisik korban yang tidak mahir berenang diterangkan dalam penjelasannya.

Ratusan Warga Kubu Raya Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Hilang dan Korban KM Virgo
Baca Juga

Ratusan Warga Kubu Raya Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Hilang dan Korban KM Virgo

“Korban mandi di Sungai Kapuas. Karena tidak bisa berenang, korban hanyut terbawa arus dan tenggelam,” kata Budiono, Minggu, (27/9/2026).

Sesaat pascakejadian, pihak keluarga bersama warga sekitar dan perangkat desa setempat sempat melakukan pencarian darurat secara mandiri di sekitar lokasi titik tenggelam, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Operasi SAR kemudian diperluas oleh tim gabungan dengan memetakan radius aliran air serta menyisir sejumlah titik pusaran yang berpotensi menjadi lokasi korban terseret arus, dengan memperhitungkan faktor debit dan kecepatan arus sungai di lapangan.

Kewaspadaan para orang tua terhadap aktivitas anak di kawasan bantaran sungai diserukan oleh otoritas pencarian dan pertolongan. Pengawasan ketat terhadap anak di perairan terbuka ditegaskan kembali dalam imbauannya.

Maulid Nabi di Kubu Raya Diwarnai Doa bagi Jurnalis Hilang dan Korban Virgo
Baca Juga

Maulid Nabi di Kubu Raya Diwarnai Doa bagi Jurnalis Hilang dan Korban Virgo

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar selalu mengawasi anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai. Jangan membiarkan anak mandi atau bermain di sungai tanpa pengawasan, terlebih bagi anak yang tidak bisa berenang,” ujarnya.

Pencarian lanjutan terus diintensifkan dengan mengerahkan perahu karet dan perlengkapan penyelamatan air guna menemukan keberadaan korban.

(Rudi)