Jum, 31/07/26 · 13.53.27
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Merayap Naik ke Angka 92, Udara Pontianak Sore Ini Nyaris Sentuh Ambang ‘Tidak Sehat’

Hendrawan
Hendrawan
Jumat, 31 Juli 2026 · 18:461 menit baca
Merayap Naik ke Angka 92, Udara Pontianak Sore Ini Nyaris Sentuh Ambang ‘Tidak Sehat’
Kualitas udara di Pontianak Tenggara kian memburuk sore ini dengan nilai ISPU mencapai 92. Polutan PM2.5 makin pekat mendekati ambang Tidak Sehat. (Dok. Memei/Nusantara Post)

Kualitas udara di wilayah Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, kembali menunjukkan tren memburuk dan nyaris menembus ambang batas ‘Tidak Sehat’ setelah Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencatatkan angka 92 pada Jumat, (31/7/2026) pukul 18.00 WIB.

Peningkatan konsentrasi polutan mikroskopis Particulate Matter 2.5 (PM2.5) menjelang malam hari tersebut mengindikasikan ancaman kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih mengepung area perkotaan.

Berdasarkan pergerakan data real-time dari sistem pemantauan ISPUnet, grafik pencemaran merangkak naik dibandingkan level pagi hari yang berada pada skala 85.

PM2.5 secara konsisten bertengger sebagai parameter paling kritis di angka 92, hanya berjarak 8 poin dari zona kuning atau kategori ‘Tidak Sehat’.

Pontianak Berada Dalam Status ‘Sedang’ Polusi PM2.5 Merayap Naik ke Angka 85 Pagi Ini
Baca Juga

Pontianak Berada Dalam Status ‘Sedang’ Polusi PM2.5 Merayap Naik ke Angka 85 Pagi Ini

Anekstrasi polutan di atmosfer beriringan dengan kondisi cuaca sore yang terpantau gerah, di mana suhu tercatat berada pada tingkat 30 derajat Celcius, kelembapan udara mencapai 81 persen, serta tekanan udara 1.007 mBar.

Selain PM2.5, dua indikator pencemaran udara lainnya turut mencatatkan indeks pada zona ‘Sedang’, yakni Sulfur Dioksida (SO2) di skala 57 dan Particulate Matter 10 (PM10) pada skala 54.

Adapun parameter gas lainnya meliputi Nitrogen Dioksida (11), Karbon Monoksida (4), Ozon (3), dan Hidrokarbon (0) masih bertahan stabil pada skala kategori ‘Baik’.

Kendati grafik menunjukkan peningkatan yang mendatangkan risiko pernapasan, otoritas lingkungan hidup secara teknis mengklasifikasikan kondisi udara di lokasi pemantauan pada status ‘Sedang’.

Ilusi Udara Sejuk Pasca-Hujan: Kualitas Udara Pontianak Masih Berstatus ‘Tidak Sehat’
Baca Juga

Ilusi Udara Sejuk Pasca-Hujan: Kualitas Udara Pontianak Masih Berstatus ‘Tidak Sehat’

“Tingkat kualitas udara masih dapat diterima pada kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan,” tulis keterangan resmi yang tertera pada dasbor aplikasi ISPUnet, Jumat, (31/7/2026).

Meskipun dinyatakan masih dapat diterima, rentang tipis menuju kategori ‘Tidak Sehat’ hendaknya disikapi masyarakat sebagai peringatan dini akan bahaya akumulasi racun sisa pembakaran.

Masyarakat diimbau untuk memantau pergerakan indikator udara secara berkala melalui aplikasi smartphone guna menentukan perlindungan mandiri saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

(Hendrawan)