Sab, 22/08/26 · 10.19.55
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Lari Estafet 350 Km ke Kuching, 3 Pelari Pontianak Rayakan Kemerdekaan RI

Roska Putra
Roska Putra
Sabtu, 22 Agustus 2026 · 16:322 menit baca
Lari Estafet 350 Km ke Kuching, 3 Pelari Pontianak Rayakan Kemerdekaan RI
Wali Kota Pontianak mengibarkan bendera start untuk melepas keberangkatan pelari estafet 350 kilometer rute Pontianak menuju Kuching. (Dok. HO/NusantaraPost)

Tiga pelari asal Pontianak yang tergabung dalam Uber Running Crew merayakan kemerdekaan dengan cara ekstrem, yakni berlari estafet menempuh jarak 350 kilometer menuju Kuching, Sarawak, Malaysia.

Pelepasan ketiga pelari tersebut; Thomas, Tju Hok Ui, dan Sutrisno dilakukan langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Anzon Toyota Pontianak, Sabtu (22/08/26).

Dari titik awal, ketiga pelari diantar oleh rekan komunitas hingga Bundaran Gofaraya, Kabupaten Kubu Raya. Setelah itu, mereka melanjutkan lari estafet secara bergantian menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.

Sambut HUT RI, Polda Kalbar Bagi-Bagi Bendera di Pontianak
Baca Juga

Sambut HUT RI, Polda Kalbar Bagi-Bagi Bendera di Pontianak

Perjalanan kemudian berlanjut melewati Tebedu Immigration Complex, Malaysia, dan dijadwalkan finis di Patung Kucing (Cat Statue), Kuching, pada Senin (24/8/2026) pagi.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi aksi ini sebagai kegiatan positif.

“Ini kegiatan yang positif dan membanggakan. Para pelari tidak hanya menantang diri menempuh jarak jauh, tetapi juga membawa nama Pontianak dalam semangat kemerdekaan, sportivitas, dan persahabatan dengan negara tetangga,” ujar Edi.

Ia berharap kolaborasi ini dapat mempererat hubungan masyarakat perbatasan dan menginspirasi agenda olahraga bersama di masa depan. “Kita berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi event-event olahraga lintas batas lainnya,” katanya.

Salah satu pelari, Sutrisno, menjelaskan bahwa tantangan jarak jauh ini menggunakan sistem estafet (relay) untuk menjaga stamina. Setiap pelari mendapat giliran berlari selama 60 menit atau sejauh kurang lebih 10 kilometer.

Jelang Kunjungan Prabowo, Gubernur Kalbar Sambut Panglima TNI dan Kapolri Matangkan Penanganan Karhutla
Baca Juga

Jelang Kunjungan Prabowo, Gubernur Kalbar Sambut Panglima TNI dan Kapolri Matangkan Penanganan Karhutla

“Untuk menempuh jarak 350 kilometer ini, kami merancangnya dalam sistem estafet bergiliran. Tujuannya agar setiap pelari dapat menyelesaikan tantangan dengan kondisi yang tetap baik,” jelasnya.

Meski tidak ada program latihan fisik khusus lantaran para peserta merupakan pelari maraton berpengalaman, persiapan administratif dan koordinasi perjalanan telah diurus sejak awal tahun.

Pihaknya melibatkan Konsulat Malaysia di Pontianak, KJRI di Kuching, serta instansi terkait lainnya. Setibanya di Tebedu, pelari Pontianak juga akan didampingi oleh komunitas pelari Malaysia di bawah koordinasi Alpha Sport Event.

“Dengan kegiatan seperti ini, kami berharap dapat menstimulasi kegiatan lari lain antar dua wilayah perbatasan,” katanya.

Sutrisno menambahkan, jalinan persahabatan komunitas olahraga ini diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk di bidang sosial ekonomi antara Indonesia dan Malaysia.

“Dengan adanya jaringan persahabatan antarpelari, kita bisa saling meningkatkan kolaborasi dan keikutsertaan event olahraga di masing-masing negara. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat diakomodir lebih lanjut,” pungkasnya.

(Roska)