Min, 19/07/26 · 21.16.58
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Tak Cuma Modal, Bank Kalbar Siap Dampingi Bisnis ASN Pensiun Sanggau

Roska Putra
Roska Putra
Rabu, 24 Juni 2026 · 17:242 menit baca
Tak Cuma Modal, Bank Kalbar Siap Dampingi Bisnis ASN Pensiun Sanggau
Asisten III Setda Sanggau Herkulanus memberikan keterangan pers didampingi perwakilan Bank Kalbar dalam acara pembekalan ASN calon pensiun. (Dok. Bank Kalbar)

Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bekerja sama dengan Bank Kalbar menyelenggarakan pembekalan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) calon pensiun tahun 2027 di sebuah aula hotel setempat, Rabu (24/06/2026).

Kegiatan pengarahan yang dibuka secara resmi oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Sanggau Herkulanus ini diikuti oleh 203 pegawai negeri sipil (PNS). Pembekalan ini menjadi agenda tahunan strategis untuk mempersiapkan para pegawai agar siap menghadapi masa purna tugas.

“Bank Kalbar bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sanggau, dalam hal ini BKPSDM, melaksanakan kegiatan yang setiap tahun kita laksanakan, yaitu pembekalan kepada ASN yang akan memasuki usia pensiun. Hari ini pesertanya adalah ASN yang akan pensiun di tahun 2027,” ujar Herkulanus saat diwawancarai usai membuka kegiatan tersebut.

Tak Perlu Khawatir, Ini Tips Optimasi Layanan CMS Bank Kalbar yang Aman
Baca Juga

Tak Perlu Khawatir, Ini Tips Optimasi Layanan CMS Bank Kalbar yang Aman

Herkulanus menjelaskan bahwa kegiatan pembekalan ASN calon pensiun ini sangat penting untuk mempersiapkan tata kelola keuangan purna tugas yang berasal dari tabungan PT Taspen. Melalui edukasi ini, para peserta diharapkan dapat memahami regulasi administrasi agar hak-haknya dapat terpenuhi tepat waktu.

“Dengan adanya kegiatan ini, para calon pensiun bisa tahu apa saja berkas-berkas administrasi yang harus disiapkan untuk mengurus hak-haknya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Herkulanus menegaskan pemerintah daerah menaruh harapan besar agar lembaga perbankan tidak sekadar memberikan kucuran pembiayaan, melainkan turut mengawal para pensiunan dalam membangun usaha yang produktif untuk menjaga ketahanan pangan keluarga.

“Kita harapkan ke depan ada pendampingan sehingga stimulus perkreditan yang dikucurkan dapat memberikan manfaat. Tidak hanya untuk hal konsumtif, tapi bisa untuk usaha, dalam rangka ketahanan pangan keluarga. Perlu pendampingan soal usaha apa yang sedang prospek, marketing, dan pemasarannya,” jelasnya.

Merespons harapan tersebut, Kepala Bank Kalbar Cabang Sanggau Imam Darwin Saputra menyatakan kesiapan institusinya dalam memfasilitasi kebutuhan para aparatur negara, mulai dari pemaparan stimulus perkreditan, pengenalan sistem transaksi digital, hingga pemetaan potensi bisnis seperti di sektor pertanian kelapa sawit secara mandiri maupun kuliner.

Gandeng Media, Bank Kalbar Flamboyan Edukasi Layanan Digital CMS
Baca Juga

Gandeng Media, Bank Kalbar Flamboyan Edukasi Layanan Digital CMS

“Di Sanggau ini banyak sekali usaha yang bisa mereka jalankan. Banyak juga sektor pertanian seperti sawit. Apakah nanti para ASN ini bisa merambah ke situ, membeli lahan sawit secara mandiri. Bank Kalbar akan memberikan layanan dari sisi keuangan,” jelas Imam.

Imam menambahkan bahwa seluruh aparatur negara di lingkungan pemerintahan merupakan kategori nasabah setia yang loyalitasnya sangat diapresiasi oleh Bank Kalbar karena telah mempercayakan pengelolaan dana keuangan mereka sejak awal masa jabatan.

“Pengelolaan keuangan dari mulai P3K, dari CPNS sampai pensiun, kita yang mengelola dananya. Kita apresiasi seluruh ASN khususnya di Kabupaten Sanggau. Kami sangat bangga melayani seluruh ASN dengan mengelola keuangan mereka sampai masa pensiun,” ucap Imam.

Sebagai langkah konkret pasca-pelatihan, Bank Kalbar juga telah menyiapkan alokasi dana khusus melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) beserta program asistensi bisnis agar para pensiunan sukses bertransformasi menjadi wirausahawan baru.

“Kalau ASN tersebut akan melanjutkan ke sektor usaha produktif, kita bisa kasih kredit produktif, misalnya KUR. Setelah akad kredit, kita akan melakukan pendampingan berupa konsultasi usaha,” pungkas Imam.

(roska)