Sen, 03/08/26 · 13.18.37
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Pemprov Kalbar Serahkan 20 Mesin Pemadam Karhutla ke Enam KPH

Tony
Tony
Senin, 3 Agustus 2026 · 18:582 menit baca
Pemprov Kalbar Serahkan 20 Mesin Pemadam Karhutla ke Enam KPH
DLHK Kalbar menyerahkan 20 unit mesin pemadam api kepada enam KPH guna meningkatkan kapasitas mitigasi karhutla dan penekanan emisi karbon di tingkat tapak. (Dok. DLHK Kalbar)

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat menyerahkan bantuan 20 unit mesin pemadam api kepada enam Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) guna memperkuat kapasitas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tingkat tapak, Senin, (3/8/2026).

Enam UPT KPH yang menerima alokasi peralatan pemadam tersebut meliputi UPT KPH Wilayah Bengkayang, Kayong, Landak, Mempawah, Sambas, dan Sekadau.

Pengadaan sarana pengandalian bencana ini bersumber dari skema pendanaan Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 periode 2014–2016 yang dikelola Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) melalui Lembaga Perantara Bentang Kalimantan Tangguh (BKT).

Penguatan sarana operasional di lapangan ditujukan untuk mempercepat pemadaman titik api sekaligus menekan tingkat emisi karbon akibat kebakaran lahan.

Targetkan Pengurangan 60 Persen Emisi GRK 2030, Pemprov Kalbar Maksimalkan Instrumen SRN PPI
Baca Juga

Targetkan Pengurangan 60 Persen Emisi GRK 2030, Pemprov Kalbar Maksimalkan Instrumen SRN PPI

“Penyerahan bantuan peralatan ini adalah wujud konkrit penguatan kapasitas di tingkat tapak guna mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang secara langsung akan memitigasi pelepasan emisi karbon,” kata Kepala Dinas LHK Kalbar Adi Yani, Senin, (3/8/2026).

Unit pompa air tersebut disiagakan untuk mendukung operasional kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di bawah binaan masing-masing UPT KPH di desa-desa rawan karhutla.

Instruksi mengenai pemeliharaan rutin dan kesiapan teknis peralatan ditekankan kepada para kepala KPH serta operator di lapangan.

Puncak Kemarau Diprediksi hingga September, DLHK Kalbar Siagakan Brigade Karhutla di Tingkat Tapak
Baca Juga

Puncak Kemarau Diprediksi hingga September, DLHK Kalbar Siagakan Brigade Karhutla di Tingkat Tapak

“Agar peralatan ini selalu dalam kondisi siap pakai dan mampu meminimalisir risiko Karhutla di wilayah kerja masing-masing,” katanya.

Evaluasi historis penanganan karhutla mencatat bahwa keterbatasan sarana dan regulasi pada kebakaran besar tahun 1997 menjadi landasan pembentukan tim terlatih serta penegakan hukum.

“Dulu memadamkan api sampai dibantu pihak Bomba dari negeri tetangga, namun setelah kebakaran berulang, kita mulai melatih tim pemadam dan mendorong penerapan sanksi,” paparnya.

Dampak karhutla yang memicu hilangnya tutupan hutan dan peningkatan emisi secara nasional diimbangi melalui program penanaman kembali kawasan kritis.

“Secara nasional yang dilihat sekarang tingkat emisi yang keluar dari deforestasi dan degradasi, sehingga kita juga melakukan kegiatan penanaman untuk meningkatkan penyerapan emisi,” jelasnya.

Dukungan kelembagaan swadaya dan perantara diarahkan untuk menjamin kesiapsiagaan penuh para petugas di garis terdepan.

Mengapa Regulasi HHBK Terlengkap di Kalbar Belum Mampu Sejahterakan Petani Lokal?
Baca Juga

Mengapa Regulasi HHBK Terlengkap di Kalbar Belum Mampu Sejahterakan Petani Lokal?

“Penyerahan unit mesin pemadam api ini merupakan langkah nyata kita bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan di tingkat tapak—khususnya bagi para petugas dan operator pompa di UPT KPH yang menjadi garis terdepan penanganan karhutla,” kata Perwakilan Bentang Kalimantan Tangguh Khairuddin Zacky.

Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan Kalimantan Barat.

“Kerja sama dan sinergi antara DLHK Provinsi Kalbar, BKT, serta seluruh pemangku kepentingan adalah kunci utama menjaga kelestarian hutan dan lingkungan Kalimantan Barat,” ujarnya.

Penerimaan alokasi dana lingkungan hidup tingkat internasional tersebut diperoleh berkat capaian positif Pemprov Kalbar dalam menurunkan angka deforestasi dan degradasi hutan.

“Dari kinerja tersebutlah kita mendapatkan dukungan pendanaan untuk mengatasi perubahan iklim di Kalbar, termasuk penyerahan alat pemadam kebakaran hari ini,” ucap Kepala Bidang Pengelolaan dan Konservasi SDAE DLHK Kalbar Hairil Anwar.

(Tony)