Persatuan Mahasiswa Mempawah (PRISMA) melayangkan kritik tajam dan mendesak penegakan hukum atas aksi oknum Anggota DPRD Kabupaten Mempawah berinisial CH yang diduga memamerkan rekaman pembakaran lahan di akun TikTok pribadinya saat krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Minggu (20/9/26).
Ketua PRISMA Mempawah, Riko Muharandi, menilai tindakan legislator dari Fraksi Partai Hanura daerah pemilihan (dapil) Mempawah 1 tersebut sangat melukai nurani masyarakat yang sedang berjuang melawan gumpalan asap pekat.
Video pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit seluas 200 bibit milik oknum dewan tersebut memantik gelombang protes publik setelah menyebar luas di media sosial.
Dalam rekaman audio-visual itu, CH tanpa ragu mengajak pengikutnya menyaksikan aksi pembakaran ulang di area lahan miliknya.

