Jaringan ritel ponsel PS Store cabang Pontianak kini berada dalam pusaran sorotan publik. Bukan karena strategi pemasarannya yang masif, melainkan akibat mencuatnya sejumlah keluhan konsumen serta indikasi pelanggaran prosedur di ranah manajemen internal.
Sengkarut Sinyal dan Spekulasi Komoditas Black Market
Persoalan bermula dari laporan berantai konsumen yang mendapati perangkat mereka mengalami kehilangan sinyal secara mendadak pasca-pembelian. Pola gangguan yang masif ini mengarah pada indikasi pemblokiran Nomor Identitas Perangkat Bergerak (International Mobile Equipment Identity/IMEI) oleh regulator.
Kondisi tersebut memicu spekulasi kuat bahwa sebagian komoditas yang diperjualbelikan diduga merupakan barang black market (BM) atau ilegal. Konsumen merasa dirugikan karena perangkat yang dibeli dengan harga normal tiba-tiba tidak dapat dioperasikan untuk jaringan seluler.

