Memasuki minggu pertama di bulan krusial Agustus, wilayah Kalimantan Barat nyatanya masih belum sepenuhnya bernapas lega dari kepungan ancaman sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di bawah sengatan cuaca ekstrem yang mencapai suhu 36 derajat Celcius, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di kawasan Pontianak Tenggara tercatat merayap naik menyentuh level 92 pada Kamis (6/8/2026) pukul 13.00 WIB. Lonjakan polutan mikroskopis di siang bolong ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa kualitas udara perkotaan masih berstatus ‘Sedang’ dan perlahan mengarah ke batas tidak sehat.
Berdasarkan grafik pemantauan 24 jam terakhir dari sistem ISPUnet, kualitas udara siang ini merupakan hasil akumulasi polutan yang terus merangkak naik secara konsisten sejak pukul 07.00 WIB pagi tadi. Setelah sempat mengalami penurunan sesaat pada rentang dini hari hingga subuh, partikel debu kembali menebal seiring dengan dimulainya aktivitas perkotaan dan tingginya suhu. Kondisi udara yang sangat kering dengan tingkat kelembapan hanya menyentuh 56 persen siang ini membuat sisa partikel pembakaran semakin leluasa melayang di atmosfer.
Tingkat pencemaran udara ini masih didominasi secara mutlak oleh debu halus Particulate Matter 2.5 (PM2.5) sebagai parameter paling kritis di angka 92. Berikut adalah rincian tiga polutan utama yang kini berada di zona biru atau ‘Sedang’:
- PM2.5: Bertengger di level 92.
- PM10: Tercatat menyusul naik di angka 57.
- Sulfur Dioksida (SO2): Berada di level 51.
Sementara itu, parameter gas pencemar lainnya seperti Karbon Monoksida (CO) di angka 7, Ozon (O3) di angka 20, dan Nitrogen Dioksida (NO2) di angka 12, dipastikan masih berada pada batas normal atau ‘Baik’.
