Tren pencemaran udara di kawasan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, terus menunjukkan eskalasi pada Minggu (2/8/2026) sore. Terik cuaca yang menyentuh suhu 33 derajat Celcius nyatanya tak mampu mengurai kabut polusi. Sebaliknya, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) justru merayap naik ke angka 85 pada pukul 16.00 WIB. Kondisi ini menempatkan kualitas udara tetap di kategori ‘Sedang’, dengan partikel beracun sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berupa Particulate Matter 2.5 (PM2.5) sebagai ancaman utamanya.
Berdasarkan data pantauan real-time sistem ISPUnet, angka 85 ini menandai adanya lonjakan polutan secara perlahan jika dibandingkan dengan kondisi Minggu pagi. PM2.5 secara konsisten masih menjadi parameter paling kritis dan mendominasi di zona biru.
Terkurungnya partikel halus ini di atmosfer permukiman warga beriringan dengan kondisi cuaca sore yang terik dan gerah. Selain suhu 33 derajat Celcius, tingkat kelembapan udara tercatat sebesar 74 persen dengan tekanan udara di angka 1.005 mBar. Langit yang tampak terang di sore hari ini bukan berarti wilayah udara Pontianak telah bersih dari asap karhutla, melainkan justru menyembunyikan debu mikroskopis yang melayang bebas tak kasatmata.
Sementara PM2.5 menjadi satu-satunya polutan di ambang ‘Sedang’, parameter gas dan debu lainnya terpantau masih berada di batas aman atau zona hijau (‘Baik’). Berikut rinciannya:
