Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

Perkuat Konektivitas dan Logistik, Gubernur Kaltara Bahas Tindak Lanjut Pembangunan Jaringan Kereta Api

Editor
Editor
Rabu, 16 September 2026 · 21:593 menit baca
Perkuat Konektivitas dan Logistik, Gubernur Kaltara Bahas Tindak Lanjut Pembangunan Jaringan Kereta Api
Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal A. Paliwang membuka rapat tindak lanjut Focus Group Discussion bersama PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) membahas rencana pembangunan jaringan kereta api di Kaltara, di Jakarta, Rabu (16/9/2026). (Dok. Diskominfo Kaltara)

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) H. Zainal A. Paliwang, mendorong pembangunan jaringan kereta api sebagai salah satu solusi untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi angkutan komoditas di Kaltara.

Hal itu disampaikan Gubernur Zainal saat membuka rapat tindak lanjut Focus Group Discussion (FGD) bersama PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) terkait rencana pembangunan jaringan kereta api di Kaltara, di Ruang Pertemuan Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Gubernur Zainal menilai kereta api dapat menjadi bagian penting dalam sistem logistik terpadu Kaltara karena mampu menghubungkan kawasan produksi terutama pertambangan dan perkebunan dengan kawasan industri hingga pelabuhan.

Menurutnya, kebutuhan terhadap moda angkutan ini semakin mendesak karena biaya logistik dan efisiensi transportasi masih menjadi salah satu tantangan bagi dunia usaha di Kaltara.

Muhammadiyah Kaltara Gelar Salat Istisqa di Dua Lokasi, Ini Jadwal Pelaksanaannya
Baca Juga

Muhammadiyah Kaltara Gelar Salat Istisqa di Dua Lokasi, Ini Jadwal Pelaksanaannya

Salah satu persoalan yang disoroti adalah tingginya biaya pengangkutan komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit. Beban angkutan yang besar juga membuat jalan raya semakin padat dan memberi tekanan terhadap infrastruktur publik.

“Kereta api bisa menjadi angkutan yang lebih ekonomis untuk membawa komoditas dalam jumlah besar. Biaya transportasi perusahaan juga bisa ditekan,” kata Zainal.

Ia menambahkan, penggunaan kereta api tidak hanya memberi manfaat bagi perusahaan, tetapi juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan raya.

“Kalau batu bara dan sawit bisa diangkut menggunakan kereta api, biaya angkut bisa lebih efisien dan beban jalan raya juga berkurang,” jelasnya.

OIKN Minta Tambahan Rp15,8 Triliun, Celios Desak Realisasi Investasi Asing
Baca Juga

OIKN Minta Tambahan Rp15,8 Triliun, Celios Desak Realisasi Investasi Asing

Zainal memandang pembangunan jaringan kereta api harus ditempatkan sebagai bagian dari sistem konektivitas yang mendukung aktivitas ekonomi Kaltara, sehingga distribusi barang dari kawasan produksi ke pusat industri dan pelabuhan menjadi lebih lancar.

Infrastruktur ini dinilai penting untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi Kaltara yang ditopang potensi sumber daya alam, kawasan industri, serta peluang hilirisasi.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Zainal juga mengungkapkan bahwa meningkatnya aktivitas investasi di Kaltara harus diikuti kesiapan infrastruktur pendukung.

Hingga Triwulan II 2026, realisasi investasi di Kaltara tercatat mencapai sekitar Rp14,3 triliun, atau 46,78 persen dari target tahunan sebesar Rp30,55 triliun.

“Capaian ini bukan hanya angka. Ini menunjukkan Kaltara memiliki potensi ekonomi yang besar dan semakin dipercaya sebagai tujuan investasi,” ujar Zainal.

Ia menyebut, dalam beberapa bulan terakhir cukup banyak investor yang menunjukkan minat berinvestasi di Kaltara kondisi yang menurutnya perlu diikuti penguatan konektivitas dan infrastruktur agar aktivitas ekonomi dapat berkembang lebih cepat, dengan jaringan kereta api sebagai salah satu infrastruktur strategis yang disorot.

Belanja Tembus Rp6,2 Triliun, Perubahan APBD Kalbar Fokus Karhutla dan Infrastruktur
Baca Juga

Belanja Tembus Rp6,2 Triliun, Perubahan APBD Kalbar Fokus Karhutla dan Infrastruktur

Meski demikian, Zainal menegaskan pembangunan jaringan kereta api harus didukung kajian dan kerja sama yang matang. Ia meminta PT INTRA selaku pihak inisiator membangun komunikasi secara intensif dan terbuka dengan para pelaku usaha yang berpotensi menjadi pengguna jasa maupun operator.

“Yang kita cari adalah kerja sama yang memberikan manfaat dan keuntungan secara adil bagi semua pihak,” katanya, seraya menegaskan konsep win-win solution harus menjadi dasar pembahasan — pemerintah membutuhkan infrastruktur, sementara dunia usaha membutuhkan kepastian efisiensi dan manfaat ekonomi dari pembangunan tersebut.

Karena itu, kelayakan investasi menjadi salah satu hal yang harus menjadi atensi serius. Pembahasan teknis juga perlu memastikan rencana pembangunan sesuai dengan tata ruang daerah dan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Kita ingin membangun infrastruktur yang menjawab kebutuhan ekonomi, tetapi tetap menjaga lingkungan untuk generasi berikutnya,” tegasnya.

Gubernur Zainal menyatakan Pemprov Kaltara siap membantu memfasilitasi komunikasi antara PT INTRA, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya sesuai kewenangan pemerintah daerah. Ia berharap pertemuan ini tidak berhenti sekadar pembahasan, melainkan segera menghasilkan komitmen yang dapat ditindaklanjuti ke tahap lebih konkret.

“Pertemuan ini harus menghasilkan komitmen yang bisa ditindaklanjuti. Kita ingin pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat bagi daerah dan dunia usaha,” tegasnya.

Ia turut meminta dukungan perusahaan di Kaltara, khususnya sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit, sebagai calon pengguna utama jasa kereta api, karena keterlibatan dunia usaha sejak tahap awal dinilai penting agar pembangunan jaringan kereta api benar-benar sesuai kebutuhan angkutan komoditas di daerah.

Bidik Perdagangan Karbon DPRD Kaltim Rombak Status Perusahaan Daerah Kehutanan
Baca Juga

Bidik Perdagangan Karbon DPRD Kaltim Rombak Status Perusahaan Daerah Kehutanan

“Pemerintah siap memfasilitasi dan mempertemukan para pihak. Kita harus terus bersinergi dan berkolaborasi agar rencana ini bisa terwujud,” ujar Zainal.

Ia optimistis, apabila pemerintah, pengembang, dan dunia usaha memiliki komitmen yang sama, pembangunan jaringan kereta api di Kaltara dapat segera direalisasikan.

“Harapan kita tahun depan sudah bisa groundbreaking. Mudah-mudahan insyaallah kereta api pertama di Kalimantan bisa dimulai dari Kaltara,” pungkasnya.

Sumber: Siaran Pers Diskominfo Provinsi Kalimantan Utara (dkisp), 16 September 2026.