Universitas Tanjungpura (Untan) bersama Institut Teknologi dan Bisnis Sabda Setia (ITBSS) meluncurkan program hilirisasi teknologi tepat guna berbasis circular economy dan blue economy di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Langkah kolaboratif lintas perguruan tinggi ini dilakukan untuk memacu produktivitas serta kemandirian finansial masyarakat pesisir.
Program pengabdian kemitraan ini digerakkan oleh tim multidisiplin yang mengintegrasikan rumpun keilmuan teknik industri, teknik sipil, teknik lingkungan, hingga manajemen kewirausahaan. Proyek dipimpin oleh Ivan Sujana, dengan anggota tim Afni Eliana Saragih, Eka Priadi, Kiki Prio Utomo, serta didukung sejumlah mahasiswa Untan.
Modernisasi Alat Tangkap dan Pengolahan Sampah
Intervensi teknologi yang dilakukan menyasar dua sektor krusial di Desa Karimunting, yakni tata kelola limbah pantai dan efisiensi perikanan tangkap. Tim gabungan menyalurkan stimulan fasilitas mekanisasi berupa mesin sortasi sampah, mesin pencacah plastik, alat pengolah sampah organik, perangkat GPS, fish finder, rumpon ramah lingkungan, hingga instrumen pengolahan hasil laut.
Ketua Tim Pengabdian, Ivan Sujana, menerangkan bahwa orientasi program ini tidak terbatas pada donasi perangkat teknis, melainkan pada pembentukan ekosistem usaha mandiri.
“Melalui pendekatan Circular Economy dan Blue Economy, kami berupaya mendorong masyarakat pesisir untuk memanfaatkan potensi yang selama ini belum optimal. Limbah pesisir dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, sementara hasil perikanan dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang meningkatkan nilai ekonomi masyarakat,” ujar Ivan Sujana.
Melalui modernisasi ini, Kelompok Nelayan Usaha Bersama didorong untuk melakukan diversifikasi komoditas pangan dari hasil tangkapan segar menjadi produk olahan bernilai jual tinggi seperti ikan asap, terasi, dan kerupuk ikan guna memutus ketergantungan pada tengkulak. Sementara itu, tata kelola manajemen bisnis, standarisasi operasional prosedur (SOP) produksi, pengemasan, hingga akuntansi keuangan digital disupervisi langsung oleh tim ITBSS.

Apresiasi Atas Dukungan Finansial Pusat
Program pemberdayaan komunal di wilayah pesisir Kalimantan Barat ini mendapatkan respons positif dari struktur kelembagaan lokal yang menjadi mitra operasional di lapangan.
Perwakilan mitra sekaligus pimpinan Koperasi Jasa TKBM Bongkar Muat Tanjung Gundul, Syarif Ilham, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas hibah pendanaan dan dukungan yang diberikan melalui program ini, serta kepada Universitas Tanjungpura, Institut Teknologi dan Bisnis Sabda Setia yang sudah memberikan pendampingan kepada masyarakat di Desa Karimunting.
“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan dan bantuan teknologi yang diberikan. Sebelumnya pengelolaan sampah masih dilakukan secara sederhana dan belum memberikan nilai tambah yang optimal. Dengan adanya program ini, kami mendapatkan pengetahuan, peralatan, dan pendampingan untuk mengembangkan sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi serta meningkatkan kemampuan usaha kelompok,” kata Syarif Ilham.
(Dayank Ana)