Jum, 19/06/26 · 07.46.14
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Wali Kota Pontianak Dorong Bakcang Jadi Ikon Kuliner Khas Daerah

Hendrawan
Hendrawan
Jumat, 19 Juni 2026 · 13:062 menit baca
Wali Kota Pontianak Dorong Bakcang Jadi Ikon Kuliner Khas Daerah
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka Festival 1000 Bakcang 2026 di Taman Alun Kapuas pada Jumat (19/6/2026) dan mendorong bakcang jadi ciri khas harian. (Dok. Prokopim Pontianak)

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong kuliner bakcang untuk dikembangkan menjadi salah satu makanan khas dan ikon kuliner baru di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Makanan tradisional berbahan dasar ketan dengan isian daging ayam, daging sapi, hingga telur asin ini dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik wisata kuliner yang konsisten.

Rencana pengembangan potensi pangan lokal tersebut disampaikan saat membuka perhelatan Festival 1000 Bakcang Tahun 2026 yang berlangsung di kawasan Taman Alun Kapuas pada Jumat (19/6/2026). Selain memiliki nilai ekonomi bagi sektor UMKM, bakcang dinilai mengandung filosofi keragaman yang mencerminkan pluralisme masyarakat di ibu kota Kalimantan Barat tersebut.

“Filosofi bakcang ini menunjukkan adanya keberagaman dan kebersamaan untuk kita bersatu, sama-sama membangun kota kita,” ujar Edi Rusdi Kamtono saat memberikan sambutan resmi dalam pembukaan festival tersebut.

Penguatan Identitas Kota Budaya dan Pariwisata
Menurut penjelasan Edi, pelaksanaan agenda tahunan seperti Festival 1000 Bakcang merupakan bagian dari kekayaan tradisi masyarakat Tionghoa yang terbukti memperkuat identitas Pontianak di peta pariwisata nasional. Karakteristik penduduk kota yang heterogen dan dihuni oleh berbagai suku bangsa menjadi modal sosial yang harus dirawat melalui pendekatan akulturasi budaya.

Atasi Banjir Rob, Pemkot Pontianak Bongkar Jembatan Penyumbat Aliran Air
Baca Juga

Atasi Banjir Rob, Pemkot Pontianak Bongkar Jembatan Penyumbat Aliran Air

“Pontianak sekarang ini merupakan salah satu kota budaya, karena penduduknya terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang ada di Indonesia, bahkan dari mancanegara,” kata Edi.

Pemerintah Kota Pontianak juga menegaskan peran strategis Sungai Kapuas sebagai urat nadi peradaban dan perkembangan wilayah. Pihak otoritas berkomitmen untuk mendukung penuh serta mengolaborasikan berbagai aktivitas kebudayaan yang tumbuh di sepanjang daerah aliran sungai demi menjaga indikator kerukunan serta toleransi antarwarga.

“Kegiatan budaya seperti ini patut kita dukung dan kolaborasikan menjadi bagian dari kegiatan yang memberi dampak positif untuk keharmonisan dan toleransi warga,” jelas Edi.

Isi Dua Jabatan Lowong, Pemkot Pontianak Gelar Evaluasi Pejabat
Baca Juga

Isi Dua Jabatan Lowong, Pemkot Pontianak Gelar Evaluasi Pejabat

Komodifikasi Kuliner untuk Sektor UMKM Tiap Hari
Lebih lanjut, pemerintah daerah meminta panitia penyelenggara dan komunitas masyarakat Tionghoa untuk menjadikan festival ini sebagai ruang promosi ekonomi kreatif. Otoritas kota berharap ketersediaan bakcang tidak hanya terbatas pada momentum perayaan festival tahunan saja, melainkan diproduksi secara massal dan kontinu di pasar domestik agar mudah diakses oleh wisatawan setiap hari.

“Bisa juga nanti bakcang ini menjadi salah satu ciri khas makanan Kota Pontianak. Kalau ada tamu dari luar, bakcang ini ada di Kota Pontianak, tidak hanya saat festival, tetapi setiap hari,” ungkap Edi Rusdi Kamtono.

Langkah penguatan sektor kuliner ini dinilai mendesak mengingat indeks kunjungan wisatawan ke Pontianak mayoritas didorong oleh daya tarik wisata gastronomi. Keanekaragaman cita rasa hidangan lokal menjadi alasan utama bagi para pelancong luar daerah untuk kembali berkunjung.

“Teman-teman yang datang dari luar kota atau dari daerah ke Pontianak selalu rindu dengan kulinernya. Mereka datang ke Pontianak hanya ingin menikmati kuliner-kuliner yang ada,” tuturnya.

Pemerintah Kota Pontianak berharap seluruh pemangku kepentingan jasa boga dapat menangkap peluang ekonomi ini dengan terus meningkatkan standar mutu dan variasi produk di pasar.

“Ini yang perlu kita tingkatkan di tengah keberagaman jenis makanan yang ada di Kota Pontianak,” pungkas Edi Rusdi Kamtono.

(Hendrawan)