Rab, 01/07/26 · 04.27.34
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pelindo Tanam 2.500 Pohon di TPA Basirih Banjarmasin

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Rabu, 1 Juli 2026 · 09:192 menit baca
Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pelindo Tanam 2.500 Pohon di TPA Basirih Banjarmasin
Pelindo Regional 3, TPA Basirih, Banjarmasin, Hari Lingkungan Hidup, Penanaman Pohon, Daru Wicaksono Julianto, ESG, Pemkot Banjarmasin (Dok. Adpim Kalsel)

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan melakukan aksi penghijauan massal dengan menanam 2.500 bibit pohon di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih, Kota Banjarmasin, Selasa (30/6/2026). Langkah ini ditujukan untuk mereduksi emisi karbon, memperbaiki kualitas udara, sekaligus menata ruang terbuka hijau di area hilir pengelolaan sampah perkotaan.

Agenda yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tersebut dihadiri oleh Wali Kota Banjarmasin, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta jajaran direksi dan manajemen Pelindo.

Reduksi Emisi Karbon dan Mitigasi Iklim
Executive Director 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Daru Wicaksono Julianto, menyatakan bahwa pemilihan jenis vegetasi difokuskan pada pohon berkayu keras. Karakteristik tanaman tersebut dinilai memiliki daya serap karbon dioksida yang tinggi serta mampu memperkuat struktur stabilitas tanah dalam jangka panjang.

“Melalui penanaman 2.500 pohon ini, Pelindo ingin meninggalkan warisan hijau bagi Kota Banjarmasin. Setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah harapan akan udara yang lebih bersih, ekosistem yang lebih sehat, serta masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujar Daru Wicaksono Julianto di Banjarmasin.

Dongkrak Fiskal Daerah, Penyaluran Transfer ke Daerah di Kalsel Tembus Rp8,33 Triliun
Baca Juga

Dongkrak Fiskal Daerah, Penyaluran Transfer ke Daerah di Kalsel Tembus Rp8,33 Triliun

Manajemen BUMN sektor kepelabuhanan ini menegaskan, program penghijauan struktural tersebut merupakan bagian dari standardisasi operasional perusahaan yang mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Integrasi bisnis pelabuhan kini diwajibkan berjalan selaras dengan mitigasi dampak perubahan iklim di wilayah operasional regional.

Kolaborasi Lintas Sektor di Wilayah Urban
Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan dukungan terhadap ekspansi ruang terbuka hijau yang diinisiasi oleh korporasi negara tersebut. Sinergi antara pemerintah daerah dan sektor usaha dinilai menjadi instrumen penting untuk membangun ketangguhan ekologi kota terhadap fluktuasi iklim global.

Otoritas pelabuhan juga mengharapkan adanya partisipasi aktif dari komunitas lokal untuk menjaga keterlanjutan hidup bibit pohon yang telah tertanam, sehingga investasi ekologis ini dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga setempat.

“Kami berharap sinergi bersama Pemerintah Kota Banjarmasin dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus menghadirkan program pelestarian lingkungan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan keberlanjutan kota,” pungkas Daru.

(Dayank Ana)