Sab, 15/08/26 · 06.31.03
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Dinobatkan Jadi Bujang Dare Pontianak 2026, Jibril dan Farras Bidik Promosi UMKM dan Corak Insang ke Generasi Muda

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 15 Agustus 2026 · 12:052 menit baca
Dinobatkan Jadi Bujang Dare Pontianak 2026, Jibril dan Farras Bidik Promosi UMKM dan Corak Insang ke Generasi Muda
Jibril Cisse Alindra dan Farras Dila resmi dinobatkan sebagai Bujang Dare Pontianak 2026 dengan misi memajukan UMKM lokal dan budaya multi-etnis. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Usai dinobatkan sebagai Bujang Dare Pontianak 2026, Jibril Cisse Alindra dan Farras Dila langsung mematok target kerja yang tajam. Keduanya sepakat membawa misi khusus untuk mendekatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal serta pelestarian budaya multi-etnis kepada generasi muda, tak lama usai perhelatan malam final di Hotel Ibis Pontianak, Jumat (14/8/2026) malam.

Bagi Jibril, gelar Bujang Pontianak bukan sekadar trofi, melainkan tiket untuk mengangkat potensi ekonomi lokal yang selama ini belum tersentuh maksimal oleh kalangan muda. Fokus utamanya adalah menjembatani produk-produk dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) agar lebih relevan dengan tren masa kini.

“Sebenarnya saya akan memajukan UMKM yang ada di Kota Pontianak dengan mempromosikan agar relevan dengan generasi muda saat ini. Salah satu contoh, kita di sini punya Dekranasda yang belum sepenuhnya terjamah oleh masyarakat. Di sinilah tugas saya untuk lebih gencar mempromosikan UMKM di kota ini,” ujar Jibril.

Target senada juga diusung oleh Farras Dila. Sebagai Dare Pontianak 2026, ia berambisi menjadikan adat istiadat dan kearifan lokal sebagai identitas yang membanggakan bagi anak muda di ibu kota Kalimantan Barat tersebut.

Jelang HUT ke-81 RI, Cornelis Ajak Masyarakat Dayak di Kalbar Kibarkan Bendera Merah Putih
Baca Juga

Jelang HUT ke-81 RI, Cornelis Ajak Masyarakat Dayak di Kalbar Kibarkan Bendera Merah Putih

“Saya akan merangkul generasi muda untuk lebih membudayakan adat istiadat yang ada di Kota Pontianak. Promosi ini tentu mencakup pelestarian kain Corak Insang dan keberagaman multi-etnis yang menjadi kekuatan kota ini,” ungkap Farras.

Gelar prestisius ini diraih Jibril dan Farras melalui proses panjang dan melelahkan. Keduanya mengaku telah melewati masa audisi dan karantina sejak 4 Juli lalu. Latihan intens bahkan kerap menembus waktu subuh demi mematangkan persiapan, mulai dari wawasan hingga kemampuan public speaking.

“Yang paling menantang adalah bertemu orang-orang yang kapasitasnya lebih dari kita, mereka yang sudah profesional dan berpengalaman. Tapi itu hal yang membuat saya senang dan memacu diri,” tambah Jibril mengenang masa karantinanya.

Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan Tunai Rp600 Ribu bagi 273 Keluarga di Pontianak Timur
Baca Juga

Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan Tunai Rp600 Ribu bagi 273 Keluarga di Pontianak Timur

Misi spesifik yang diusung Jibril dan Farras ini sejalan dengan mandat Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Edi menegaskan bahwa ajang Bujang Dare bukan sekadar kontes putra-putri daerah, melainkan ruang pembinaan generasi muda untuk menjadi duta kota yang berkarakter di era digital.

“Bujang Dare harus menjadi representasi anak muda Pontianak yang cerdas, berkarakter, dan bangga terhadap budaya kotanya. Promosikan Pontianak dengan cara yang kreatif. Tampilkan budaya, kuliner, destinasi, dan cerita-cerita baik tentang kota ini agar semakin dikenal,” tegas Edi.

Lebih lanjut, Edi mengingatkan bahwa tanggung jawab promosi kota tidak hanya berada di pundak pemenang utama, tetapi juga melekat pada seluruh finalis.

“Setelah malam penobatan ini, peran mereka tidak berhenti, justru baru dimulai,” pungkasnya.

Pada malam grand final tersebut, posisi Runner Up 1 berhasil diraih oleh pasangan Bujang Hexaputra Arifianto dan Dare Lathiifah Adila. Sementara itu, gelar Runner Up 2 disematkan kepada Bujang Rayhan Pratama dan Dare Agiesta Putri Shahira. Keenam muda-mudi ini kini bersiap menjadi garda terdepan wajah pariwisata dan budaya Kota Khatulistiwa.

(Hendrawan)