Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

Temuan Benda Mirip Alat Pembakar di Lahan Kosong Diusut

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Jumat, 18 September 2026 · 11:101 menit baca
Temuan Benda Mirip Alat Pembakar di Lahan Kosong Diusut
Benda mirip alat pembakar ditemukan di lahan kosong Kelurahan Langkai; Pemkot Palangka Raya gandeng kepolisian untuk mengusut motif dan menindak pelaku. (Dok. Ist)

Warga menemukan benda mencurigakan menyerupai alat pemicu api di hamparan lahan kosong Jalan Temanggung Kenyapi, Kelurahan Langkai, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat, (18/9/2026).

Benda yang ditemukan sejak Rabu (16/9/2026) tersebut berupa ikatan ranting dan daun kering yang disematkan pada sebuah tangkai besi di area vegetasi kering, sehingga memicu kecurigaan terkait adanya upaya pembakaran lahan secara sengaja di tengah tingginya kerawanan karhutla.

Ketegasan penindakan hukum terhadap pihak yang terbukti memicu titik api ditegaskan oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.

“Kan sudah dari awal kita juga bilang, jangan membakar. Kami akan menindak tegas,” kata Fairid Naparin, Jumat, (18/9/2026).

Terjebak Karhutla di Kotim, Seekor Tenggiling Ditemukan Mati Terpanggang
Baca Juga

Terjebak Karhutla di Kotim, Seekor Tenggiling Ditemukan Mati Terpanggang

Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan setiap laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di area rawan akan langsung ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan oleh Satgas Penanganan Karhutla. Mekanisme pelimpahan perkara perusakan lingkungan ke ranah penegak hukum diterangkan lebih lanjut dalam penjelasannya.

“Laporan tersebut selanjutnya dapat diteruskan kepada aparat kepolisian untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan. Apabila ditemukan adanya unsur pidana, proses hukum dapat dilanjutkan sesuai ketentuan hingga tahap kejaksaan,” ujarnya.

Pencegahan kebakaran lahan ditegaskan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dengan menghentikan total kebiasaan membuka atau membersihkan lahan melalui metode pembakaran terbuka. Kewaspadaan lingkungan dalam memantau hamparan tanah telantar ditekankan kembali sebagai penutup keterangannya.

“Temuan benda mencurigakan di Langkai juga menjadi pengingat agar aktivitas di lahan kosong tetap diawasi,” pungkasnya.

(Tony)