Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Ekspor Kepiting Kaltim Tembus Rp13,44 Miliar, China dan Singapura Pasar Utama

Ajau Suwandi
Ajau Suwandi
Sabtu, 17 Oktober 2026 · 06:371 menit baca
Ekspor Kepiting Kaltim Tembus Rp13,44 Miliar, China dan Singapura Pasar Utama
Nilai ekspor kepiting hidup Kalimantan Timur mencapai Rp13,44 miliar pada September 2026 dengan tujuan utama China, Malaysia, dan Singapura. (Dok. innoavtion)

Nilai ekspor kepiting hidup asal Kalimantan Timur mencapai Rp13,44 miliar dengan volume pengiriman sebesar 85,86 ton sepanjang September 2026.

Komoditas ini menjadi penyumbang devisa ekspor perikanan daerah terbesar kedua setelah udang windu beku yang mencatatkan nilai sebesar Rp35,14 miliar.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim Irma Listiawati menyatakan permintaan produk kepiting hidup dari perairan pesisir Kalimantan Timur di pasar internasional tergolong tinggi dan stabil.

Pengiriman komoditas ini secara konsisten menyasar tiga negara tujuan utama, yaitu China, Malaysia, dan Singapura.

Hiu Derawan Ditangkap Warga Kaltara, Rudy Mas’ud Akui Tak Bisa Kontrol Warga Provinsi Tetangga
Baca Juga

Hiu Derawan Ditangkap Warga Kaltara, Rudy Mas’ud Akui Tak Bisa Kontrol Warga Provinsi Tetangga

“Permintaan pasar internasional terhadap produk kepiting hidup asal perairan pesisir Kalimantan Timur tercatat sangat tinggi dan stabil,” kata Irma Listiawati.

Berdasarkan data Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BP2MHKP) Balikpapan, total nilai ekspor hasil perikanan Kaltim pada September 2026 mencapai Rp65,39 miliar dengan volume 360,32 ton.

Komoditas lain yang turut berkontribusi mencakup udang pink beku senilai Rp10,40 miliar, udang putih beku Rp2 miliar, bawal segar Rp1,55 miliar, serta kerapu segar Rp1,04 miliar.

Irma menekankan pentingnya jaminan mutu dan kebersihan produk untuk menjaga kepercayaan pasar global. DKP Kaltim terus berupaya memperluas akses pasar ekspor guna meningkatkan daya saing produk perikanan daerah.

(Ajau)