Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

Karhutla Masih Marak di Kalteng, Dinkes Palangka Raya Siagakan 11 Puskesmas dan Pasokan Oksigen

Memei
Memei
Sabtu, 17 Oktober 2026 · 06:531 menit baca
Karhutla Masih Marak di Kalteng, Dinkes Palangka Raya Siagakan 11 Puskesmas dan Pasokan Oksigen
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan memberikan keterangan kepada awak media mengenai kesiapan layanan kesehatan dan pasokan oksigen di tengah ancaman kabut asap karhutla di Palangka Raya. (Dok. Nitra/MC Palangka Raya)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mengoptimalkan pelayanan kesehatan serta memastikan ketersediaan pasokan oksigen aman di seluruh fasilitas kesehatan. Langkah ini diambil guna mengantisipasi penurunan kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan menyatakan bahwa ketersediaan tenaga medis dan oksigen di seluruh fasilitas kesehatan telah disiapkan untuk melayani warga yang membutuhkan penanganan medis.

Saat ini, sebanyak 11 puskesmas di Kota Palangka Raya disiagakan lengkap dengan fasilitas ruang oksigen.

“Pelayanan kesehatan tetap kami siapkan untuk masyarakat selama kondisi kabut asap ini. Kami juga memastikan ketersediaan oksigen aman agar warga yang membutuhkan penanganan medis dapat segera terlayani,” kata Riduan.

93 Perusahaan Terindikasi Karhutla Terafiliasi Grup Asal Singapura dan Malaysia
Baca Juga

93 Perusahaan Terindikasi Karhutla Terafiliasi Grup Asal Singapura dan Malaysia

Selain menyiagakan puskesmas, Dinkes Palangka Raya mengoptimalkan jejaring fasilitas kesehatan untuk menjangkau langsung titik-titik pemukiman terdekat dengan lokasi kebakaran.

Upaya tersebut dilakukan untuk mendekatkan akses pelayanan medis bagi masyarakat yang berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan.

“Langkah ini dilakukan untuk mendekatkan pelayanan kepada warga yang berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap,” kata Riduan.

Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga asupan makanan bergizi, dan selalu menggunakan masker standar saat terpaksa bepergian.

Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya, Disdik Palangka Raya Perpanjang PJJ Hingga 17 Oktober
Baca Juga

Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya, Disdik Palangka Raya Perpanjang PJJ Hingga 17 Oktober

Warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga sesak napas diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Manfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia dan jangan menunda pemeriksaan jika gangguan pernapasan terasa semakin berat,” kata Riduan

(Memei)