Sen, 03/08/26 · 14.21.58
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Gebrakan Pariwisata Berau: Luncurkan Batik Derawan dan Tari Baliu Dalling di Panggung Nasional

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 3 Agustus 2026 · 19:392 menit baca
Gebrakan Pariwisata Berau: Luncurkan Batik Derawan dan Tari Baliu Dalling di Panggung Nasional
Pemkab Berau merilis Tari Baliu Dalling dan delapan motif Batik Derawan Maratua di Jakarta sebagai langkah transformasi pariwisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif. (Dok. Galeri Indonesia Kaya)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau resmi meluncurkan Tari Baliu Dalling dan delapan motif Batik Derawan Maratua di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, pada Kamis (30/07/2026). Langkah strategis ini membedah arah baru pariwisata Berau untuk tidak lagi sekadar bergantung pada kekayaan alam semata, melainkan mulai menjadikan warisan budaya dan ekonomi kreatif sebagai nilai jual utama kepada wisatawan.

Acara peluncuran tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Pemkab Berau, Ikatan Pecinta Batik Nusantara (IPBN), Kementerian Kebudayaan RI, Danantara, serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Fokus utama dalam peluncuran ini adalah inkarnasi keindahan biota laut Kepulauan Derawan dan Maratua ke dalam medium wastra Nusantara. Dari delapan desain baru yang diperkenalkan, tiga motif menjadi sorotan utama: Bokko Lumangi’ yang merepresentasikan penyu, Buul Embal Nabang yang terinspirasi dari spesies endemik ubur-ubur air tawar Pulau Kakaban, serta Goyak yang bermakna gulungan ombak.

Seluruh kain didominasi warna biru toska untuk merepresentasikan kejernihan perairan Berau. Secara teknis, pembatikan ini mendobrak kebiasaan dengan mengadopsi teknik batik nitik, memberikan tekstur dan identitas visual yang khas dibanding batik pesisir pada umumnya.

Penanganan Abrasi Derawan dan Maratua Terancam Molor Akibat APBD Kaltim Dipangkas Rp2,1 Triliun
Baca Juga

Penanganan Abrasi Derawan dan Maratua Terancam Molor Akibat APBD Kaltim Dipangkas Rp2,1 Triliun

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang turut merangkap sebagai peraga busana dalam sesi fashion show, menegaskan bahwa intervensi kebudayaan adalah fondasi mutlak agar sebuah daerah tujuan wisata tidak kehilangan rohnya.

“Berau memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa, khususnya di sektor pariwisata. Namun, kekuatan tersebut harus didukung dengan pelestarian budaya agar identitas daerah tetap terjaga sekaligus menjadi daya tarik penyerta bagi wisatawan,” tegas Sri Juniarsih.

Menurutnya, pengenalan produk budaya yang dipadukan dengan kesenian seperti Tari Baliu Dalling yang diiringi lagu aransemen modern bukanlah sekadar seremonial. Hal ini merupakan strategi jangka panjang untuk memperluas ceruk ekonomi kreatif yang dampaknya dapat langsung dinikmati oleh masyarakat lokal.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan RI, Bambang Wibawarta, menyoroti urgensi kolaborasi ini sebagai bentuk nyata implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Ia memberikan catatan tajam bahwa kebudayaan akan mati jika pergerakannya hanya sebatas “dilestarikan” tanpa ada usaha untuk dihidupkan dalam konteks kekinian. Lebih lanjut, ia menuntut adanya inovasi berkelanjutan dari para pelaku seni dan pemerintah daerah.

Stand Pontianak Pamerkan Produk UMKM dan Identitas Budaya di MTQ Kalbar
Baca Juga

Stand Pontianak Pamerkan Produk UMKM dan Identitas Budaya di MTQ Kalbar

“Kolaborasi inilah yang kita butuhkan. Setiap motif batik yang lahir tidak hanya memperkaya koleksi wastra Nusantara, tetapi juga memperkuat identitas Indonesia di mata dunia, kita tidak boleh berhenti pada sekadar pelestarian. Kita harus mendorong budaya menjadi sumber inovasi menghadirkan batik dengan desain yang modern, membawa tari ke panggung dunia, serta memanfaatkan teknologi secara berkelanjutan,” ujar Bambang.

Melalui manuver di panggung Ibu Kota ini, Pemkab Berau memberikan sinyal kuat: konservasi alam dan modernisasi budaya kini berjalan beriringan. Kolaborasi antara pemerintah, penggiat seni (seperti Dekranasda Berau yang diketuai Edy Suswanto), dan masyarakat diharapkan dapat mematangkan posisi Berau sebagai destinasi pariwisata komprehensif di tingkat nasional maupun global.

(Hendrawan)