Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Musim Kemarau di Mahulu Buat Harga Beras 25 Kilogram Tembus Rp1 Juta

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Rabu, 28 Oktober 2026 · 11:212 menit baca
Musim Kemarau di Mahulu Buat Harga Beras 25 Kilogram Tembus Rp1 Juta
Musim kemarau buat debit air sungai surut di Mahakam Ulu hingga harga beras 25 kg di Long Apari melambung tinggi tembus Rp1 juta per karung. (Dok. Bhabin Tiong Ohang)

Penyusutan debit air sungai akibat musim kemarau di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, memicu lonjakan harga kebutuhan pokok. Keterisolasian wilayah pedalaman yang mengandalkan moda transportasi perahu membuat harga beras ukuran 25 kilogram melonjak hingga menembus Rp1 juta.

Aksesibilitas geografis menuju tiga kampung pedalaman yang harus melintasi arus sungai deras serta riam berbatu dipaparkan oleh Dir Binmas Polda Kaltim, Kombes Arman.

“Di atas ibu kota ini ada tiga kampung lagi. Tiga kampung ini ke atas itu tidak bisa dilewati darat, jadi harus dilewati sungai, perahu yang bermesin di belakang itu. Nah, ke sana itu banyak riam yang harus dilewati, air deras yang berbatu. Itu butuh 2 sampai 3 jam,” ujar Arman, seperti dikutip dari detikKalimantan, Selasa, (27/10/2026).

Harga TBS Sawit Kaltim Terkoreksi Menjadi Rp3.542 per Kilogram
Baca Juga

Harga TBS Sawit Kaltim Terkoreksi Menjadi Rp3.542 per Kilogram

Kondisi jalur perairan yang surut drastis selama dua pekan terakhir memperparah rantai distribusi barang. Kerusakan infrastruktur jembatan kayu serta tertutupnya badan jalan oleh vegetasi sempat memutus total opsi transportasi darat.

“Dulu tidak ada perawatan, jadi pas hujan itu jembatannya hancur. Tidak bisa dilewati, jalannya hancur, habis itu tumbuhan tumbuh di jalan. Jadi tidak bisa akses darat, untuk pakai motor pun tidak bisa,” jelas Arman.

Dampak keterbatasan moda logistik terhadap tingginya harga jual tabung gas elpiji serta strategi bertahan hidup warga setempat diuraikan lebih lanjut olehnya.

“Kalau beras di atas itu kurang lebih, yang 25 kilo itu saja Rp1 juta. Kalau gas di ibu kota kecamatan Rp750.000 yang 12 kilo, untuk gas yang 3 kilo itu sampai Rp300 ribu. Mau tak mau mereka tetap membeli meski mahal, sisanya untuk meringankan mereka mengandalkan hasil ladang,” ungkap Arman.

Bapenda Kaltim Gelar Pemeriksaan Terpadu Kepatuhan Pajak Tambang di Kukar
Baca Juga

Bapenda Kaltim Gelar Pemeriksaan Terpadu Kepatuhan Pajak Tambang di Kukar

Kesiapan jajaran kepolisian sektor setempat dalam menyalurkan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah perbatasan ditekankan sebelum menutup keterangannya.

“Memang saat ini Polsek Long Apari yang paling bisa menjangkau masyarakat di sana, karena Ibu Kota Kabupatennya cukup jauh. Jadi sebagai yang terdekat dengan masyarakat di pedalaman ini, kami berupaya membantu,” kata Arman.

Penyaluran bantuan logistik darurat kini diprioritaskan oleh jajaran kepolisian untuk memitigasi krisis pasokan bahan pangan di wilayah pedalaman Mahakam Ulu.

(Tony)