Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Viral Ajudan Gubernur Kaltim Senggol Demonstran, Pemprov Buka Suara

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Selasa, 20 Oktober 2026 · 19:471 menit baca
Viral Ajudan Gubernur Kaltim Senggol Demonstran, Pemprov Buka Suara
Beredar video viral ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyenggol demonstran mahasiswa saat unjuk rasa karhutla di Samarinda, Pemprov Kaltim buka suara. (Dok. Ist)

Rekaman video yang memperlihatkan aksi seorang ajudan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, sengaja menyenggol demonstran mahasiswa beredar luas dan viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi saat massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda menggelar aksi evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area Masjid Nurul Mu’minin, kawasan Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin, (19/10/2026).

Insiden bermula ketika massa mahasiswa yang berunjuk rasa sejak pukul 14.00 WITA menunggu kedatangan pimpinan daerah hingga menjelang waktu salat Magrib. Saat rombongan tiba, mahasiswa yang merekam video mempertanyakan sikap kepala daerah yang tidak menemui mereka secara langsung.

“Bapak kenapa tadi gak ditemui,” kata pengunjuk rasa.

Pertanyaan tersebut hanya dibalas senyuman oleh Rudy Mas’ud yang terus bergegas menuju masjid. Bersamaan dengan momen tersebut, seorang ajudan gubernur bernama Aski tampak menyenggol gawai milik perekam hingga terjatuh, lalu mendatangi demonstran lain hingga memicu kontak fisik dan adu mulut.

Warga Hirup Kabut Asap, Foto Gubernur Kaltim Sarapan di Singapura Viral
Baca Juga

Warga Hirup Kabut Asap, Foto Gubernur Kaltim Sarapan di Singapura Viral

Situasi di lokasi kejadian dan kepadatan agenda pimpinan daerah dijelaskan oleh Tim Ahli Gubernur Kaltim Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Sudarno.

“Pada saat Pak Gubernur masuk, sebenarnya sudah dihadang sama teman-teman itu walaupun ada celetukan-celetukan kecil,” kata Sudarno.

Kondisi rombongan yang hendak menunaikan ibadah salat Magrib disebut Sudarno berpapasan langsung dengan massa yang masih berkumpul di area masjid menjelang pembubaran aksi.

Buntut dari kejadian tersebut, warganet di media sosial melayangkan kritik keras terhadap sikap arogan aparat pengawal pejabat publik. Akun Instagram pribadi milik sang ajudan dilaporkan sempat diserbu komentar negatif sebelum akhirnya dinonaktifkan.

(Rudi)