Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kesiapsiagaan sistem peringatan dini dan jalur evakuasi di sepanjang pesisir Kabupaten Lampung Selatan guna mengantisipasi potensi ancaman erupsi Gunung Anak Krakatau serta bahaya tsunami ikutan, Kamis, (10/9/2026).
Langkah penguatan mitigasi tersebut difokuskan pada inspeksi sarana keselamatan di enam desa pesisir rawan bencana, yakni Desa Kalianda, Sukaraja, Way Muli, Tarahan, Banding, dan Tri Tunggal, meliputi pengecekan papan titik kumpul, jalur penyelamatan, hingga uji fungsi sirene peringatan dini tsunami.
Berdasarkan laporan pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Hargo Pancuran, erupsi berskala kecil terakhir tercatat pada Selasa (8/9/2026) pukul 17.56 WIB dengan kepulan material tertutup awan pekat, sementara sebaran abu vulkanik terbawa angin ke arah barat daya menuju Samudera Hindia dan menjauhi permukiman penduduk.
Kendati intensitas sebaran abu vulkanik mulai mereda dan aktivitas masyarakat perlahan normal, kegiatan belajar mengajar di sekolah masih diberlakukan secara daring hingga 10 September 2026 berdasarkan Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 100.3.4/14/V.01/2026.


