Kam, 20/08/26 · 16.11.55
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Bakar Uang Rp305 Juta Demi Merpati HUT RI, ICW Sebut Kemensetneg Abaikan Dana Bencana

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Kamis, 20 Agustus 2026 · 21:562 menit baca
Bakar Uang Rp305 Juta Demi Merpati HUT RI, ICW Sebut Kemensetneg Abaikan Dana Bencana
ICW soroti pengadaan burung merpati HUT ke-81 RI senilai Rp305 juta di Kemensetneg yang dinilai buang anggaran di tengah krisis bencana dan efisiensi belanja negara. (Dok. Ist)

Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti paket belanja pengadaan burung merpati senilai Rp305,25 juta di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) untuk rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis, (20/8/2026).

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) melalui INAPROC, paket bertajuk “Pengadaan Burung Merpati dalam Rangka Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026” tersebut tercatat berstatus kontrak dengan nilai pagu Rp305.250.000 yang dimenangkan oleh penyedia Indoglobal Multi Karya.

Sorotan awal mengenai kewajaran alokasi anggaran belanja seremonial tersebut diunggah oleh akun media sosial resmi pemantau korupsi tersebut.

“Perayaan 17-an di Istana sangat meriah, sampai kita enggak tahu kalau ternyata ada pengadaan burung merpati senilai Rp305 juta! Kira-kira merpatinya kaya gimana ya?” tulis akun Sahabat ICW, Kamis, (20/8/2026).

Perkuat Ketangguhan Nasional, BNPB Gelar Pameran ADEXCO 2026
Baca Juga

Perkuat Ketangguhan Nasional, BNPB Gelar Pameran ADEXCO 2026

Rincian mengenai pemenang tender dan kejanggalan belanja di tengah kebijakan efisiensi anggaran negara dipaparkan lebih lanjut oleh Staf Investigasi ICW, Azhim Syah.

“ICW menemukan adanya pengadaan burung merpati senilai Rp 305 juta dalam rangka perayaan Kemerdekaan RI. Pengadaan dilakukan oleh Kementerian Sekretariat Negara yang dimenangkan oleh Indoglobal Multi Karya,” kata Azhim Syah kepada wartawan.

Penelusuran lanjutan dilakukan lembaga swadaya tersebut guna membandingkan serapan belanja seremonial dengan pembiayaan darurat di sektor kebencanaan pada kementerian dan lembaga terkait. Nihilnya pos belanja mitigasi bencana pada sistem pengadaan disorot dalam pemaparannya.

“Di saat yang sama ICW mencari realisasi pengadaan untuk penanganan bencana tahun anggaran 2026 di Kementerian Sekretariat Negara dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hasilnya tidak ditemukan satu pun paket pengadaan,” ungkapnya.

Gempa Ruteng Manggarai Timur 5,7 Magnitudo Kembali Guncang NTT Kamis Pagi
Baca Juga

Gempa Ruteng Manggarai Timur 5,7 Magnitudo Kembali Guncang NTT Kamis Pagi

Ketimpangan prioritas belanja negara dinilai kontras dengan beban pemulihan bencana alam di sejumlah daerah seperti gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, kebakaran hutan di Kalimantan, hingga bencana di Aceh dan Sumatera. Kritik terhadap perayaan kenegaraan yang dinilai membebani keuangan publik disampaikan oleh perwakilan investigasi ICW tersebut.

“Pengadaan ini kami nilai merupakan bagian perayaan HUT RI yang berlebihan karena dilakukan di tengah situasi anggaran negara mengalami efisiensi besar-besaran dan bencana besar di NTT, kebakaran hutan dan lahan yang masif di Kalimantan, serta perbaikan dan pemulihan yang belum tuntas pasca bencana besar di Aceh dan Sumatera,” tegasnya.

Aspek urgensi dan asas kemanfaatan belanja kebutuhan dasar masyarakat dinilai terabaikan akibat proyek pengadaan seremonial tersebut. Sensitivitas pengelolaan anggaran pemerintah terhadap kondisi riil masyarakat ditekankan dalam penjelasannya.

“Persoalannya bukan semata pada nominal 305 juta, tetapi mencerminkan bagaimana pengelolaan anggaran pemerintah yang tidak berbasis skala prioritas dan tidak memandang aspek urgensi,” cetusnya.

Pertanyaan kritis mengenai peruntukan teknis merpati berharga ratusan juta rupiah tersebut turut dilayangkan melalui kanal publikasi ICW.

Tinjau Dampak Gempa M 7,7 Flores, Kepala BNPB Pastikan Logistik Pengungsi Terpenuhi
Baca Juga

Tinjau Dampak Gempa M 7,7 Flores, Kepala BNPB Pastikan Logistik Pengungsi Terpenuhi

“Kalau beli merpati dengan duit segitu, kira-kira merpatinya spek apa dan buat ngapain ya warga? Mimin cuma tahu merpati yang bentuknya amplop,” tulis ICW.

Keberpihakan anggaran pada sektor-sektor publik yang mendesak ditegaskan sebagai penutup pernyataannya.

“Perayaan kemerdekaan semestinya tidak menjadi alasan untuk menghamburkan anggaran. Terlalu banyak kebutuhan publik yang mendesak yang lebih membutuhkan keberpihakan anggaran,” pungkasnya.

(Tony)