Musim kemarau yang melanda berbagai pulau di Tanah Air memicu kekeringan berkepanjangan serta melonjaknya luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat eskalasi karhutla di Sumatera dan Kalimantan hingga akhir Juli 2026. Luas lahan terbakar di Kalimantan Barat menembus 28.680,47 hektare berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan.
Wilayah Riau mencatatkan angka 15.372,88 hektare lahan terbakar, diikuti Kalimantan Tengah seluas 1.268,33 hektare, dan Kalimantan Selatan yang menyentuh 1.029,75 hektare. Sementara itu, wilayah Sumatera Selatan melaporkan luasan karhutla mencapai 664,87 hektare dari 520 kejadian, serta Jambi seluas 213,05 hektare.
Kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat dilaporkan masih menyisakan titik asap di atas lahan terbakar seluas 13 hektare. Pemadaman karhutla seluas 3 hektare lahan tebu di Sragen, 3 hektare di Sumedang, serta area Probolinggo dipastikan telah terkendali oleh tim gabungan.

