Rab, 29/07/26 · 09.31.40
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

BNPB Catat Karhutla dan Kekeringan Meluas di Berbagai Wilayah Indonesia

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Rabu, 29 Juli 2026 · 13:362 menit baca
BNPB Catat Karhutla dan Kekeringan Meluas di Berbagai Wilayah Indonesia
BNPB merangkum situasi bencana nasional per 29 Juli 2026. Karhutla meluas di Kalimantan dan Sumatera, sementara krisis air bersih menerjang Jawa. (Dok. Pusdalops BPBD Kabupaten Sumedang)

Musim kemarau yang melanda berbagai pulau di Tanah Air memicu kekeringan berkepanjangan serta melonjaknya luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat eskalasi karhutla di Sumatera dan Kalimantan hingga akhir Juli 2026. Luas lahan terbakar di Kalimantan Barat menembus 28.680,47 hektare berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan.

Wilayah Riau mencatatkan angka 15.372,88 hektare lahan terbakar, diikuti Kalimantan Tengah seluas 1.268,33 hektare, dan Kalimantan Selatan yang menyentuh 1.029,75 hektare. Sementara itu, wilayah Sumatera Selatan melaporkan luasan karhutla mencapai 664,87 hektare dari 520 kejadian, serta Jambi seluas 213,05 hektare.

Kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat dilaporkan masih menyisakan titik asap di atas lahan terbakar seluas 13 hektare. Pemadaman karhutla seluas 3 hektare lahan tebu di Sragen, 3 hektare di Sumedang, serta area Probolinggo dipastikan telah terkendali oleh tim gabungan.

Karhutla Marak di Beberapa Daerah, BNPB Minta Pemda Gencarkan Sosialisasi
Baca Juga

Karhutla Marak di Beberapa Daerah, BNPB Minta Pemda Gencarkan Sosialisasi

Rangkaian operasi modifikasi cuaca (OMC), pemadaman darat, hingga pemadaman udara dikerahkan untuk menekan pembentukan titik api baru di provinsi prioritas.

Di sektor krisis air bersih, kekeringan terparah dialami Kabupaten Bogor dengan dampak mencapai 21.504 kepala keluarga atau 69.889 jiwa. Krisis serupa melanda Banjarnegara yang berdampak pada 3.805 kepala keluarga atau 11.920 jiwa, Banyumas sebanyak 5.512 kepala keluarga atau 17.692 jiwa, Pemalang 6.109 kepala keluarga, Grobogan 1.434 kepala keluarga, Demak 850 kepala keluarga, Bandung Barat 175 kepala keluarga, serta Pekalongan 259 kepala keluarga.

Operasi pemenuhan kebutuhan dasar dilakukan melalui bantuan pendistribusian puluhan ribu liter air bersih, pembangunan sumur bor, dan pipanisasi. Sementara itu, pemulihan pascabencana musibah kebakaran pemukiman yang berdampak pada 52 kepala keluarga di Sukabumi masih berstatus tanggap darurat.

Puncak Kemarau Tiba, Kebakaran Hutan dan Lahan Meluas di Sejumlah Daerah
Baca Juga

Puncak Kemarau Tiba, Kebakaran Hutan dan Lahan Meluas di Sejumlah Daerah

Otoritas penanggulangan bencana menginstruksikan seluruh jajaran pemda dan masyarakat untuk menyikapi puncak musim kemarau secara waspada.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Upaya pencegahan karhutla perlu diperkuat dengan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, meningkatkan patroli di wilayah rawan, serta memastikan ketersediaan sumber air yang dapat diakses untuk penanganan dini. Di samping itu, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak dalam menghadapi ancaman kekeringan,” imbau pihak BNPB melalui rilis resminya, Rabu, (29/7/2026).

Imbauan pengawasan juga disampaikan agar masyarakat senantiasa mengantisipasi ancaman bahaya melalui pemantauan saluran informasi resmi.

“Mengantisipasi potensi ancaman bahaya, masyarakat dapat mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan instansi terkait, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya agar dapat segera ditangani. Kesiapsiagaan dan respons cepat seluruh unsur menjadi kunci dalam meminimalkan risiko serta dampak bencana,” tutup pernyataan tertulis BNPB.

(Rudi)