Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Karhutla Landa Tujuh Provinsi dan Banjir Rendam Deli Serdang, BNPB Rilis Data Penanganan

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Kamis, 10 September 2026 · 20:173 menit baca
Karhutla Landa Tujuh Provinsi dan Banjir Rendam Deli Serdang, BNPB Rilis Data Penanganan
BNPB laporkan situasi bencana 24 jam di Indonesia, kebakaran hutan lahan melanda Ciremai, Argopuro, Sukoharjo, hingga Landak serta banjir rendam Deli Serdang. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rekapitulasi penanganan bencana 24 jam di berbagai daerah, yang didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsi serta banjir luapan yang merendam permukiman di Kabupaten Deli Serdang, Kamis, (10/9/2026).

Berdasarkan data Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) BNPB, karhutla terluas melanda kawasan Blok Cileutik Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dengan taksiran area terdampak mencapai 40 hektare sejak Senin (7/9/2026).

Operasi pemadaman di lereng Gunung Ciremai dilakukan tim gabungan menggunakan alat semprot jinjing (jet shooter) serta teknik manual, yang dilanjutkan dengan penyekatan dan pendinginan setelah kobaran api utama padam pada Rabu malam.

Di Jawa Timur, kobaran api menghanguskan 7 hektare lahan di sisi timur kawasan Cikasur, Gunung Argopuro, yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, dan Jember, serta 1 hektare rumpun bambu di Desa Jeruk, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan.

Laporan Bencana Nasional: Karhutla Landa Empat Daerah, Banjir Rendam 1.110 Rumah di Langkat
Baca Juga

Laporan Bencana Nasional: Karhutla Landa Empat Daerah, Banjir Rendam 1.110 Rumah di Langkat

Kedua insiden kebakaran vegetasi di Jawa Timur tersebut berhasil dipadamkan melalui status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla 2026 berdasarkan SK Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026.

Sementara itu, kebakaran vegetasi di kawasan Gunung Gajah Mungkur, Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, telah melahap sekitar 18 hektare lahan dan penanganannya masih terus dipantau menyusul masih adanya bara api di kawasan Kedungsono.

Di luar Pulau Jawa, kebakaran hutan dan lahan seluas 10 hektare di Desa Betaua, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, dilaporkan belum padam akibat kendala hembusan angin kencang serta keterbatasan armada pemadam.

Karhutla dan Abu Vulkanik Kepung Jateng, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca
Baca Juga

Karhutla dan Abu Vulkanik Kepung Jateng, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Penanganan kebakaran turut berlangsung di Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, yang menghanguskan 2,7 hektare bekas lahan perkebunan, serta di Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, yang merembet ke satu unit rumah warga.

Adapun di Kalimantan Barat, kebakaran lahan seluas 6 hektare membakar kebun karet milik warga di Dusun Engkalong, Desa Nyamun, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, pada Rabu (9/9/2026), sebelum akhirnya berhasil dipadamkan tim BPBD dengan berjalan kaki memanggul peralatan akibat jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan.

Selain karhutla, banjir kiriman luapan debit sungai dari kawasan hulu merendam 165 unit rumah milik 733 jiwa warga di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan genangan air berkisar antara 5 hingga 30 sentimeter.

Kewaspadaan menghadapi puncak kemarau ditekankan oleh BNPB melalui imbauan resmi kepada masyarakat di seluruh daerah terdampak. Penghematan konsumsi air dan larangan pembersihan vegetasi menggunakan api dipaparkan dalam keterangannya.

“BNPB mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan, di antaranya dengan menghemat penggunaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Masyarakat di wilayah rawan kekeringan diminta menyiapkan sumber air alternatif, seperti sumur cadangan atau sumber mata air terdekat, serta tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran lahan, termasuk membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat kondisi vegetasi yang kering sangat rentan menyulut api.”

Kesiagaan pelaporan dini atas munculnya kepulan asap maupun krisis kekeringan ditekankan sebagai penutup imbauan penanggulangan darurat tersebut.

Antisipasi Dampak Anak Krakatau, BNPB dan Pemda Perkuat Mitigasi Pesisir Lampung
Baca Juga

Antisipasi Dampak Anak Krakatau, BNPB dan Pemda Perkuat Mitigasi Pesisir Lampung

“Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan segera kepada BPBD atau aparat setempat apabila terjadi kelangkaan air bersih maupun ditemukan titik api di sekitar permukiman, serta senantiasa memantau informasi prakiraan cuaca dan musim dari BMKG guna mengantisipasi dampak kekeringan yang lebih luas.”

(Tony)