Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Karhutla dan Abu Vulkanik Kepung Jateng, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Selasa, 8 September 2026 · 10:272 menit baca
Karhutla dan Abu Vulkanik Kepung Jateng, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca
BNPB gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Tengah gunakan pesawat Cessna tebar 1.000 liter CaCl2 untuk tekan karhutla dan luruhkan abu vulkanik. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Tengah guna memicu hujan buatan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus meluruhkan sebaran abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin, (7/9/2026).

Langkah intervensi atmosfer tersebut dipusatkan di Pangkalan Udara (Lanud) Ahmad Yani Semarang dengan mengerahkan pesawat Cessna bernomor registrasi PK-SNH, bekerja sama dengan BMKG dan BPBD Jawa Tengah.

Operasi udara ditempuh menyusul maraknya titik api di wilayah Jawa Tengah hingga Minggu (6/9/2026). Di Kabupaten Klaten, api menghanguskan 2 hektare lahan di Bukit Talang, Desa Talang, Kecamatan Bayat pada pukul 14.20 WIB sebelum dipadamkan pukul 16.30 WIB. Di Kabupaten Sragen, kebakaran melalap 4 hektare lahan di Desa Bentak, Kecamatan Kalijambe pada pukul 15.30 WIB dan berhasil dikendalikan oleh tim gabungan pada hari yang sama.

Titik api juga melanda Kabupaten Banyumas dengan luasan 6,05 hektare di tiga desa berbeda, yakni Desa Gunung Wetan (Jatilawang), Desa Wlahar (Wangon), dan Desa Kalisube (Banyumas), sebelum dipadamkan total pada pukul 14.15 WIB. Kendati tidak menelan korban jiwa, tingkat kekeringan vegetasi memicu risiko kebakaran susulan yang tinggi.

51 Ribu Rumah Pascagempa Flores Selesai Diverifikasi, 2.382 Rusak Berat
Baca Juga

51 Ribu Rumah Pascagempa Flores Selesai Diverifikasi, 2.382 Rusak Berat

Penerbangan Sorti 1 resmi diluncurkan pada Senin (7/9/2026) dengan menyasar kawasan pesisir Cilacap, Banyumas, dan Brebes pada posisi radial 240–260 derajat sejauh 80–90 nautical miles (NM) dari Semarang.

Sebanyak 1.000 liter bahan semai berupa campuran air dan kalsium klorida (CaCl2) disemprotkan pada ketinggian 9.000 kaki ke dalam awan Cumulus yang memiliki dasar di ketinggian 6.000 kaki, dengan arah angin bertiup dari Timur-Timur Laut berkecepatan 5–8 knot pada pukul 16.18 WIB.

Larutan CaCl2 difungsikan sebagai Cloud Condensation Nuclei (CCN) guna mempercepat proses kondensasi uap air menjadi butiran hujan yang bertugas membasahi tanah, memadamkan sisa api karhutla, serta meluruhkan debu vulkanik dari langit.

Selain penyemaian awan, disiapkan pula metode penyemprotan kabut air (watermist) yang dicampur surfaktan untuk mengikat polutan abu vulkanik secara langsung di udara agar luruh ke tanah dan meminimalkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta gangguan jarak pandang.

(Rudi)