Sel, 23/06/26 · 16.04.49
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Dua Raksasa Komponen Otomotif Jepang Bersiap Relokasi, Ancaman PHK Mengintai Jatim

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 23 Juni 2026 · 21:072 menit baca
Dua Raksasa Komponen Otomotif Jepang Bersiap Relokasi, Ancaman PHK Mengintai Jatim
Dua perusahaan komponen otomotif Jepang di Pasuruan dan Mojokerto bersiap pindah ke Vietnam. Said Iqbal sebut ribuan pekerja terancam PHK massal. (Dok. Mandiri Abadi/Via Pexels)

Indonesia kembali menghadapi ancaman nyata di sektor manufaktur. Dua perusahaan raksasa produsen komponen otomotif asal Jepang yang beroperasi di kawasan industri Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, dikabarkan tengah bersiap memindahkan lini produksinya ke Vietnam. Langkah drastis ini dipicu oleh pergeseran strategi prinsipal Jepang yang kini lebih memprioritaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di negara tetangga yang dianggap lebih kompetitif.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa informasi mengenai rencana eksodus ini telah masuk dalam radar pemetaan pemerintah. Guna menjaga proses negosiasi tetap berjalan, pihaknya sengaja belum mengungkap identitas perusahaan tersebut ke publik.

“Saya kasih inisial saja ya, inisial, nggak boleh sebut nama karena ini lagi negosiasi. Inisialnya, PT J dan PT S. PT J dan PT S ya. Jangan disebutkan nanti berantakan negosiasinya,” ujar Said Iqbal dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

Potensi Kehilangan Pekerjaan bagi Ribuan Buruh
Jika upaya dialog gagal dan relokasi tetap dilakukan, dampak langsung bagi ketenagakerjaan daerah dipastikan cukup fatal. Said Iqbal memperingatkan bahwa ribuan buruh lokal berisiko kehilangan pekerjaan akibat penutupan operasional pabrik tersebut.

BNPB Rangkum Dampak Gempa Sulawesi Tengah dan Karhutla di Tiga Provinsi
Baca Juga

BNPB Rangkum Dampak Gempa Sulawesi Tengah dan Karhutla di Tiga Provinsi

“Di daerah Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, ada dua perusahaan, saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dua perusahaan raksasa komponen otomotif. Itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK,” tegasnya.

Ancaman ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi puncak gunung es dari tekanan ganda yang kini mengepung industri nasional. Krisis manufaktur telah meluas, dengan total 6.500 pekerja di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat saat ini berada dalam bayang-bayang badai pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Sektor industri kini tercekik oleh kombinasi fluktuasi kurs dolar yang melambungkan biaya produksi serta merosotnya pesanan ekspor akibat dampak domino geopolitik, termasuk konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Langkah Mitigasi Darurat Pemerintah dan Serikat
Merespons kondisi yang kian genting, isu ini telah dibawa ke tingkat kebijakan tertinggi, melibatkan intervensi dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco hingga Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah bersama serikat pekerja kini menempuh langkah mitigasi darurat melalui dialog intensif dengan manajemen perusahaan.

“Mitigasi yang akan dilakukan oleh pemerintah bersama Serikat Buruh, ya saya sudah minta ini juga anggota FSPMI, saya minta Serikat pekerjanya bernegosiasi dulu dengan perusahaan apa yang bisa dilakukan untuk meyakinkan prinsipalnya untuk tidak pindah ke Vietnam,” pungkas Said Iqbal.

(Hendrawan)