Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB) menggelar Pelatihan Dasar Manajemen Bencana (DMB) bagi Sekolah Rakyat di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, guna memperkuat kesiapsiagaan generasi muda menghadapi ancaman bencana, Kamis, (10/9/2026).
Kegiatan yang telah berlangsung sejak Senin (7/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026) ini diikuti sebanyak 40 peserta dari perwakilan unit sekolah rakyat sebagai bagian dari implementasi program prioritas nasional Asta Cita Presiden dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Penyelenggaraan pelatihan tersebut didukung oleh sinergi lintas instansi, mencakup Pusdiklat Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana, BPBD Provinsi Maluku Utara, BPBD Kota Ternate, BPSDM Provinsi Maluku Utara, serta jajaran pengelola sekolah setempat.
Pentingnya integrasi lintas pemangku kepentingan dalam mewujudkan ekosistem mitigasi di lingkungan sekolah diuraikan oleh Koordinator Tim Kerja 3 Pusdiklat BNPB, Roswanto.
Kebutuhan kerja sama terpadu antarlembaga ditekankan secara langsung dalam pemaparannya saat pembukaan acara.
“Upaya membangun sekolah tangguh bencana tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan kebencanaan,” ujar Roswanto.

Materi kurikulum pelatihan disiapkan secara intensif dengan durasi 41 jam pelajaran yang menitikberatkan pada penguasaan materi pemetaan risiko, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga tanggap darurat di lingkungan institusi pendidikan. Sasaran pengaplikasian materi secara konkret di lapangan dijelaskan lebih lanjut dalam keterangannya.
“Harapannya, peserta tidak hanya memahami teori dasar kebencanaan, tetapi juga mampu menerapkannya langsung di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Agenda pembukaan pelatihan turut dihadiri oleh Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama 26 Ternate, Manton La Usma, sementara pimpinan Pusdiklat BNPB, Kheriawan, berhalangan hadir akibat sedang memimpin misi kemanusiaan operasi darurat bencana di wilayah lain.
Penguatan kapasitas kebencanaan di bangku sekolah rakyat ini ditargetkan mencetak generasi yang mampu mengambil keputusan cepat saat menghadapi krisis serta mewujudkan standar keselamatan terpadu di kawasan rawan bencana Maluku Utara.
(Rudi)