Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Kemenhut Telusuri Asal Usul 697 Batang Kayu Log Hanyut di Perairan Sumenep

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Selasa, 22 September 2026 · 13:492 menit baca
Kemenhut Telusuri Asal Usul 697 Batang Kayu Log Hanyut di Perairan Sumenep
Tumpukan batang kayu log yang hanyut dan terdampar di kawasan pesisir Kabupaten Sumenep berangkat dari Kaltim. (Dok. Kemenhut RI)

Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah VIII Surabaya bersama Balai Gakkumhut Jabalnusra tengah menelusuri asal-usul serta dokumen angkutan 697 batang kayu log yang hanyut di perairan Sumenep, Jawa Timur.

Kejadian ini bermula akibat kapal yang mengangkut kayu tersebut mengalami kebocoran dan kemiringan di tengah cuaca buruk.

Insiden tersebut melibatkan Tongkang Lintas Samudera XXIII yang ditarik oleh Tugboat (TB.) Yamdena 03. Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kronologis dari nahkoda kapal Rizal Daeng Tupu, kapal berangkat pada Sabtu, (5/9/2026), dalam kondisi layak berlayar dari Kalimantan Timur menuju Probolinggo.

Namun, dalam perjalanan di Laut Jawa bagian tenggara, kapal menghadapi cuaca buruk hingga mengalami kebocoran dan kemiringan pada lambung kiri.

Kemenhut Resmi Berlakukan Strategi Baru Konservasi Gajah Sumatera-Kalimantan di Hari Gajah Sedunia
Baca Juga

Kemenhut Resmi Berlakukan Strategi Baru Konservasi Gajah Sumatera-Kalimantan di Hari Gajah Sedunia

Sebagian muatan kayu log mulai jatuh ke laut pada Selasa, (15/9/2026). Karena cuaca yang belum bersahabat, kapal sempat berlabuh di sebelah barat Pulau Giliyang pada Jumat, (18/9/2026).

Keesokan harinya, Sabtu, (19/9/2026), saat nahkoda melakukan pengurasan air di lambung kapal, sebagian muatan kayu kembali jatuh dan hanyut ke wilayah pesisir Teluk Pantai Perkampungan Romben/Dungkek serta Andulang di sekitar Pulau Madura.

Berdasarkan dokumen angkutan hasil hutan, muatan total 4.547,66 meter kubik kayu log kelompok Meranti tersebut diberangkatkan dari dua lokasi di Kalimantan Timur dengan tujuan log pond industri PBPHH PT Kutai Timber Indonesia (KTI) di Probolinggo, Jawa Timur:

  • Muatan berasal dari log pond Merandai, Perairan Sungai Mahakam, Kutai Kartanegara, dan TPK Antara 3 Sungai Berau, Berau.
  • Sebanyak 400 batang kayu (volume 2.922,11 m³) berasal dari PBPH Karya Lestari berdasarkan SKSHHKB Nomor KB.C.7547894.
  • Sebanyak 297 batang kayu (volume 1.625,55 m³) berasal dari PBPH PT Utama Damai Indah Timber berdasarkan SKSHHKB Nomor KB.C.7610904.

Menindaklanjuti insiden ini, rapat koordinasi lintas instansi telah digelar di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep pada Senin, 21 September 2026, yang dipimpin oleh Asisten I Sekda Sumenep serta dihadiri oleh pihak KSOP Kalianget, Satpolairud, UPTD PPHH Dishut Jatim, BPBD, aparat kecamatan/desa, pemilik kapal, dan PT KTI.

Hotspot Nasional Turun 844 Titik, Menhut dan Kepala BNPB Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalteng
Baca Juga

Hotspot Nasional Turun 844 Titik, Menhut dan Kepala BNPB Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalteng

Sebagai langkah penanganan lanjutan, PT Kutai Timber Indonesia bersama pemilik kapal berencana menarik kembali kayu log yang hanyut ke tengah laut untuk dinaikkan ke tongkang pengganti dan dikirim menuju Probolinggo dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pelayaran serta ketentuan yang berlaku.

(Tony)