Kam, 20/08/26 · 10.37.18
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Lulus Bukan Garis Akhir, Sarjana Teknik Geologi UGM Ditantang Berdharma Bakti

Editor
Editor
Kamis, 20 Agustus 2026 · 16:173 menit baca
Lulus Bukan Garis Akhir, Sarjana Teknik Geologi UGM Ditantang Berdharma Bakti
Pelepasan sarjana Teknik Geologi FT UGM ingatkan wisudawan bahwa gelar sarjana adalah awal tanggung jawab integritas dan dharma bakti bagi masyarakat. (Dok. Nusantara Post)

Perayaan Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Sarjana Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh rasa syukur, Kamis (20/8/2026). Di balik kegembiraan para lulusan dan keluarga, acara ini menyampaikan pesan tegas: gelar sarjana bukan sekadar pengakuan akademik, melainkan awal tanggung jawab untuk berdharma bakti bagi nusa, bangsa, dan agama.

Rangkaian kegiatan dibuka oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan doa sebagai ungkapan syukur ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa. Doa tersebut sekaligus menandai kesadaran bahwa keberhasilan akademik tidak berdiri sendiri. Ada kerja keras mahasiswa, ketekunan dosen, dukungan tenaga kependidikan, serta pengorbanan orang tua yang menyertai seluruh proses pendidikan.

Ketua Departemen Teknik Geologi Wahyu Wilopo dalam sambutannya menekankan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai pengetahuan dan teknologi. Pendidikan juga harus membentuk karakter yang mandiri, tangguh, berintegritas, dan bertanggung jawab. Ilmu geologi, karena berkaitan langsung dengan sumber daya alam, kebencanaan, lingkungan, dan pembangunan wilayah, harus digunakan berdasarkan pertimbangan ilmiah sekaligus keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.

“Pendidikan tinggi tidak hanya melahirkan lulusan yang menguasai sains dan teknologi, tetapi harus membentuk karakter mandiri, berintegritas, serta berpihak pada keselamatan dan kepentingan masyarakat luas,” ujar Wahyu.

Menemukan Manusia Indonesia di Tengah Modernitas
Baca Juga

Menemukan Manusia Indonesia di Tengah Modernitas

Pesan tersebut diperkuat oleh Sekretaris Program Studi Hendy Setiawan. Para lulusan diingatkan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar. Perubahan teknologi, kebutuhan industri, serta persoalan lingkungan bergerak cepat. Karena itu, kompetensi teknis harus terus diperbarui, sedangkan etika profesi wajib dijaga dalam setiap pengambilan keputusan.

“Perubahan teknologi dan tantangan lingkungan bergerak cepat. Jangan berhenti belajar, terus perbarui kompetensi teknis, dan selalu pegang teguh etika profesi di mana pun Anda berkarya,” tegas Hendy.

Perjalanan sebagian lulusan juga berlangsung pada masa pandemi Covid-19. Pada 2020 dan 2021, mahasiswa menghadapi pembelajaran jarak jauh, keterbatasan kegiatan lapangan, serta perubahan pola interaksi akademik. Pengalaman tersebut tidak hanya menguji kemampuan beradaptasi, tetapi juga membentuk daya tahan dan kemandirian. Kesulitan akhirnya menjadi bagian penting dari proses pendewasaan mereka.

Sebanyak 150 Pelajar di Pontianak Terima Bantuan Tas dan Perlengkapan Sekolah Gratis
Baca Juga

Sebanyak 150 Pelajar di Pontianak Terima Bantuan Tas dan Perlengkapan Sekolah Gratis

Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Affe Tegar Eka Ramadhani menggarisbawahi arti kebersamaan dan pengalaman organisasi selama menempuh pendidikan. Kampus bukan hanya ruang memperoleh nilai akademik, tetapi juga tempat belajar bekerja sama, memimpin, menyelesaikan perbedaan, dan membangun solidaritas.

“Kampus bukan sekadar tempat mengejar capaian akademik, melainkan wadah belajar memimpin, bekerja sama, dan merawat solidaritas nyata,” kata Affe.

Sementara itu, wisudawan terbaik Aldi Setiawan menyampaikan penghargaan kepada orang tua, dosen, pembimbing, tenaga kependidikan, dan rekan-rekan mahasiswa. Keberhasilan kelulusan merupakan hasil dari proses kolektif, bukan pencapaian individual semata.

“Kelulusan ini bukanlah pencapaian pribadi semata, melainkan buah dari doa orang tua, dedikasi dosen, serta kebersamaan dan kerja keras kita semua,” ungkap Aldi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian memento kepada seluruh lulusan. Satu per satu wisudawan menerima cendera mata sebagai penanda berakhirnya masa studi sekaligus dimulainya masa pengabdian.

Salah satu lulusan, Gusti Muhammad Fiqry, berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Geologi UGM dengan predikat cum laude. Ia menerima memento bertuliskan namanya sebagai bentuk penghargaan dan kenangan atas perjalanan akademik yang telah ditempuh dengan tekun. Capaian tersebut menjadi kebahagiaan sekaligus amanah agar ilmu yang diperoleh kelak memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Milad ke-20 PAUD PKK Kota Pontianak, 30 Lembaga Fasilitasi Pendidikan Anak Keluarga Kurang Mampu
Baca Juga

Milad ke-20 PAUD PKK Kota Pontianak, 30 Lembaga Fasilitasi Pendidikan Anak Keluarga Kurang Mampu

Selamat atas keberhasilan seluruh wisudawan dan wisudawati. Dengan penuh rasa syukur ke hadirat Ilahi, keluarga melepas para sarjana baru menuju medan pengabdian yang lebih luas. Ilmu telah diperoleh. Kini integritas, keberanian, dan kemanfaatannya bagi masyarakat akan menjadi ukuran yang sesungguhnya.

(Red)