Rab, 01/07/26 · 13.33.00
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Mengenal Kuskus Bintik, Satwa Berkantung Pemalu di Hutan Papua

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Rabu, 1 Juli 2026 · 18:401 menit baca
Mengenal Kuskus Bintik, Satwa Berkantung Pemalu di Hutan Papua
Kuskus bintik adalah marsupial nokturnal asli Papua dengan ekor prehensil penopang hidup di kanopi pohon untuk menghindar dari ular piton dan elang. (Dok. Zonapengetahuan.id/via Instagram)

Hutan hujan tropis Papua menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi, salah satunya adalah kuskus bintik (Spotted cuscus). Kuskus bintik merupakan mamalia berkantung (marsupial) nokturnal asli dari hutan Papua dan Australia Utara yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya bergerak lambat di atas kanopi pohon untuk mencari dedaunan dan buah.

Gaya hidup di atas tajuk pohon lebat ini dipilih guna meminimalkan interaksi dengan ancaman pemangsa yang kerap mengintai di permukaan tanah.

Ekor Prehensil sebagai “Tangan Kelima”
Kehidupan arboreal yang dijalani oleh kuskus bintik menuntut adaptasi anatomi tubuh yang sangat spesifik. Hewan pemalu ini dibekali cakar melengkung yang tajam, mata besar untuk melihat dalam gelap, serta ekor prehensil kuat tanpa bulu di ujungnya yang berfungsi sebagai “tangan kelima” untuk melilit dahan demi menjaga keseimbangan.

Ketiadaan bulu di ujung ekor ini memberikan daya cengkeram dengan presisi tinggi pada kulit pohon. Saat satwa ini memindahkan bobot tubuhnya yang relatif berat dari satu dahan ke dahan lain, lilitan ekor yang kokoh pada cabang menjadi jangkar penyelamat agar tidak terjatuh ke lantai hutan.

Perkuat Konektivitas, Pemerintah Rencanakan Penambahan PLBN dan Jalan Perbatasan
Baca Juga

Perkuat Konektivitas, Pemerintah Rencanakan Penambahan PLBN dan Jalan Perbatasan

Mekanisme Pertahanan Terhadap Ular Piton dan Elang
Sebagai satwa yang aktif di malam hari (nokturnal), kuskus bintik sangat bergantung pada indra penglihatannya. Struktur matanya yang besar dirancang secara evolusioner untuk menyerap cahaya seminimal mungkin di bawah kegelapan malam. Sensor visual yang tajam ini sangat vital untuk mendeteksi pergerakan predator puncak seperti ular piton dan elang.

Meski dipersenjatai dengan cakar melengkung yang tajam, kuskus bintik bukanlah satwa pemburu yang agresif. Mereka hidup tenang sebagai herbivora dengan mengonsumsi dedaunan, buah-buahan, serta bunga di atas pohon.

Ketika mendeteksi ancaman musuh, strategi bertahan hidup utama kuskus bintik bukanlah melarikan diri dengan cepat, melainkan mengandalkan kesabaran, kehati-hatian gerak, serta kemampuan berkamuflase secara pasif di balik rimbunnya dedaunan kanopi hutan agar luput dari pandangan predator.

(Dayank Ana)