Sen, 29/06/26 · 15.07.17
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Perkuat Konektivitas, Pemerintah Rencanakan Penambahan PLBN dan Jalan Perbatasan

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 29 Juni 2026 · 20:022 menit baca
Perkuat Konektivitas, Pemerintah Rencanakan Penambahan PLBN dan Jalan Perbatasan
Mendagri Tito Karnavian mengumumkan rencana pemerintah menambah PLBN dan membangun jalan perbatasan di Kalimantan dan Papua demi logistik dan keamanan. (Dok. PLBN Entikong )

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan akselerasi pembangunan infrastruktur taktis di kawasan perbatasan. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengungkapkan rencana penambahan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) baru serta perluasan jalur penghubung di sepanjang garis batas wilayah negara, dengan prioritas utama di Pulau Kalimantan dan Papua.

Langkah strategis ini diambil guna memperkuat konektivitas antarnegara sekaligus menstimulasi pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal yang bermukim di wilayah terluar.

Urgensi Logistik dan Patroli Keamanan
Dalam keterangan resminya, Tito Karnavian menjelaskan bahwa kebutuhan terhadap pos lintas batas terpadu masih cukup tinggi guna mengakomodasi mobilitas barang dan jasa yang kian dinamis.

“Kita masih memerlukan tambahan PLBN di sejumlah titik, terutama di Kalimantan yang berbatasan dengan Sarawak, Malaysia, dan di wilayah Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini,” ujar Tito Karnavian dalam pernyataannya, Senin (29/6/2026).

Sasar Pertumbuhan Ekonomi, Krisantus Kurniawan Desak Pusat Buka Akses Jalan ke Terminal Kijing
Baca Juga

Sasar Pertumbuhan Ekonomi, Krisantus Kurniawan Desak Pusat Buka Akses Jalan ke Terminal Kijing

Mendagri menambahkan, fokus pembangunan infrastruktur di kawasan terdepan ini memiliki urgensi ganda. Selain untuk memudahkan akses mobilitas penduduk, pembangunan jalan di wilayah perbatasan seperti di Long Nawang dan Long Midang (Kalimantan Utara) akan menjadi urat nadi distribusi logistik nasional.

“Tujuan utamanya adalah membangkitkan ekonomi warga setempat. Kalau logistik lancar, ekonomi akan bangkit. Di sisi lain, akses jalan yang memadai juga mempermudah aparat melakukan patroli keamanan untuk mencegah penyelundupan,” tegasnya.

Transformasi Kawasan Perbatasan Jadi Halaman Depan
Rencana perluasan ini merupakan kelanjutan dari program pembenahan kawasan perbatasan yang telah berjalan sepanjang periode 2015-2024. Dalam kurun waktu satu dekade tersebut, Indonesia telah berhasil meresmikan 15 PLBN terpadu, yang menandai pergeseran status kawasan perbatasan dari “halaman belakang” menjadi “halaman depan” negara.

Pada fase awal 2015-2019, pemerintah merealisasikan tujuh PLBN, disusul delapan PLBN lainnya pada periode 2020-2024. Puncaknya, pada Oktober 2024, dilakukan peresmian tujuh PLBN secara serentak, termasuk PLBN Jagoi Babang di Kalimantan Barat dan PLBN Sei Nyamuk di Kalimantan Utara.

Antisipasi Dampak El Nino, BNPB Siapkan 109 Sumur Bor dan Operasi Modifikasi Cuaca
Baca Juga

Antisipasi Dampak El Nino, BNPB Siapkan 109 Sumur Bor dan Operasi Modifikasi Cuaca

Ke depan, pengerjaan infrastruktur di titik-titik perbatasan baru diproyeksikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana administratif keimigrasian, melainkan tumbuh menjadi simpul ekonomi baru yang mampu menekan disparitas harga komoditas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di garda terdepan nusantara.

(Hendrawan)