Jum, 17/07/26 · 16.20.15
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

25 Kepala Daerah Ikuti KPPD Angkatan III: Fokus Pembenahan Integritas dan Tata Kelola Global

Hendrawan
Hendrawan
Jumat, 17 Juli 2026 · 21:231 menit baca
25 Kepala Daerah Ikuti KPPD Angkatan III: Fokus Pembenahan Integritas dan Tata Kelola Global
Sebanyak 25 kepala daerah ikuti KPPD Angkatan III Lemhannas-Kemendagri pada 15-28 Juli 2026, fokus pada materi KPK dan tata kelola di Singapura. (Dok. Lemhanas)

Sebanyak 25 kepala daerah mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III yang berlangsung pada 15–28 Juli 2026. Program ini diselenggarakan melalui kolaborasi antara Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dan Kementerian Dalam Negeri guna memperkuat aspek integritas serta efisiensi birokrasi di tingkat pemerintahan lokal.

Selama dua pekan di Jakarta, para pimpinan daerah tersebut dijadwalkan menerima pembekalan materi yang mencakup wawasan kebangsaan hingga penegakan sistem antikorupsi yang dimentori langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa penguatan kepatuhan hukum dan benteng moral merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan pembekalan kali ini.

“Materi yang diberikan KPK tentang bagaimana kepemimpinan daerah harus menjaga integritas dan pendidikan antikorupsi,” ujar Ace Hasan Syadzily di Jakarta, Rabu, (15/7/2026).

Antisipasi Dampak El Nino, BNPB Siapkan 109 Sumur Bor dan Operasi Modifikasi Cuaca
Baca Juga

Antisipasi Dampak El Nino, BNPB Siapkan 109 Sumur Bor dan Operasi Modifikasi Cuaca

Studi Komparatif di Singapura dan Kewajiban Penyusunan Proyek Unggulan
Selain pembekalan materi domestik, kurikulum KPPD Angkatan III menjadwalkan para peserta untuk melakukan studi komparatif ke luar negeri. Pada pekan kedua pelatihan, lokus kegiatan akan bergeser ke Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singapura.

Di lembaga tersebut, para kepala daerah akan mempelajari sistem tata kelola pemerintahan (governance) serta manajemen pelayanan publik berskala internasional. Materi yang difokuskan meliputi tata kelola sektor pendidikan, pelayanan kesehatan masyarakat, pengelolaan sampah perkotaan, hingga akselerasi transformasi digital birokrasi.

Ace Hasan Syadzily menambahkan bahwa program strategis ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala daerah agar mampu membangun daerah dengan tata kelola yang lebih baik.

Sebagai bentuk output konkret dari program lintas negara ini, pihak penyelenggara mewajibkan setiap kepala daerah untuk menyusun sebuah perencanaan proyek unggulan setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan. Dokumen perencanaan tersebut nantinya wajib diimplementasikan di wilayah administrasi masing-masing setelah para peserta kembali dari masa diklat.

(Hendrawan)