Jum, 17/07/26 · 17.08.32
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Audiensi dengan Pertamina, Bupati Ketapang Fokuskan Pemenuhan BBM untuk Sektor Perikanan dan Kawasan 3T

Hendrawan
Hendrawan
Jumat, 17 Juli 2026 · 21:332 menit baca
Audiensi dengan Pertamina, Bupati Ketapang Fokuskan Pemenuhan BBM untuk Sektor Perikanan dan Kawasan 3T
Bupati Ketapang Alexander Wilyo gelar audiensi dengan Pertamina Patra Niaga Kalbar. Fokus bahas kuota BBM nelayan, pembangunan SPBU 3T, dan fasilitas Jobber. (Dok. BPMI Setpres)

Pemerintah Kabupaten Ketapang berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Barat untuk memastikan kelancaran pasokan serta distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Pemkab Ketapang tengah menyusun usulan tertulis penambahan kuota energi ke pemerintah pusat guna mendukung pemenuhan kebutuhan di wilayah pelosok dan sektor pesisir.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan poin-poin usulan tersebut langsung kepada Sales Area Manager Kalimantan Barat PT Pertamina Patra Niaga Widhi Tri Adhi Hidayat dalam pertemuan kerja di Kantor Sales Area Retail Kalbar, Pontianak, Kamis, (16/7/2026).

Rencana pengembangan infrastruktur strategis yang disodorkan Pemkab Ketapang mencakup perluasan jaringan SPBU di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), peningkatan kapasitas tangki penyimpanan (storage tank), serta penjajakan pembangunan fasilitas Jobber BBM baru di Ketapang.

“Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Ketapang memperoleh akses energi yang mudah, merata, dan berkelanjutan,” ujar Alexander Wilyo.

SPBU Sungai Laur Dievaluasi, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Tak Terputus
Baca Juga

SPBU Sungai Laur Dievaluasi, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Tak Terputus

Alokasi BBM Nelayan dan Pengawasan Harga Eceran Komoditas Subsidi
Selain pemenuhan energi di kawasan pedalaman, Alexander menekankan pentingnya stabilitas pasokan BBM untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN). Dukungan kuota khusus bagi sektor perikanan tangkap ini dinilai krusial guna menjaga kontinuitas operasional nelayan lokal di wilayah pesisir Ketapang.

Sebagai langkah tindak lanjut, Pemkab Ketapang sedang melakukan verifikasi data riil penyerapan energi di lapangan. Hasil rekapitulasi data tersebut akan digunakan sebagai basis pengajuan penambahan kuota resmi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Di sisi lain, Alexander mengeluarkan imbauan tegas kepada para pelaku usaha hilir atau pengecer di tingkat domestik agar tidak melakukan spekulasi harga komoditas energi, terutama yang masuk dalam kategori subsidi.

Video Viral Mobil Tangki BBM di Sanggau Diduga Terkait Pengusaha Tempat Hiburan Malam, Pertamina Ancam Serahkan ke Polisi
Baca Juga

Video Viral Mobil Tangki BBM di Sanggau Diduga Terkait Pengusaha Tempat Hiburan Malam, Pertamina Ancam Serahkan ke Polisi

“Kepada para penjual eceran, kami imbau agar menjual BBM dan LPG dengan harga yang wajar serta tidak mengambil keuntungan yang berlebihan, sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi dengan baik,” tegas Alexander Wilyo.

Merespons usulan dari Pemkab Ketapang, Sales Area Manager Kalimantan Barat PT Pertamina Patra Niaga Widhi Tri Adhi Hidayat menyatakan kesiapan instansinya untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan infrastruktur pelayanan distribusi di lapangan. Pertamina berkomitmen memperketat pengawasan penyaluran guna meminimalkan potensi kebocoran distribusi energi di Kabupaten Ketapang.

(Hendrawan)